usia senja, menjaga berat badan yang seimbang menjadi kunci utama untuk kualitas hidup yang lebih baik. Baik kekurusan maupun kegemukan, keduanya memiliki dampak serius pada kesehatan lansia.
Masih segar ini udaranya! Nanti kita duduk sebentar di depan pos ronda." Itu suara Bu Hartati, teman lamanya yang kini rajin jalan pagi atas saran dokter puskesmas.
Mencetak pelatih lokal yang mampu membimbing komunitasnya sendiri merupakan strategi inti dalam keberlanjutan program perawatan geriatri di tingkat masyarakat.
Pelayanan geriatri di rumah sakit dan puskesmas di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga belum sepenuhnya memenuhi harapan jika dibandingkan dengan standar di negara-negara maju seperti Jepang, Belanda, atau Australia.
Besarnya biaya yang dikeluarkan sangat bergantung pada beberapa faktor kunci, yaitu jenis perawatan yang dibutuhkan, kondisi kesehatan spesifik lansia, serta lokasi pemberian layanan, apakah itu di rumah, rumah sakit, atau fasilitas panti.
Menjaga berat badan adalah aspek krusial bagi kesehatan lansia, bukan hanya untuk penampilan, melainkan demi mendukung kesehatan jantung, sendi, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Gangguan tidur pada lansia merupakan permasalahan yang lazim namun sering diabaikan, meskipun dapat berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan
mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara
lebih dari 11,8–12 % dari total populasi,
menempatkan Indonesia secara resmi
dalam era populasi menua.”
Geriatri.ID
Geriatri-ID adalah wahana digital yang
menyajikan informasi dan edukasi
terpercaya mengenai gaya hidup
senior, 50 hingga 100 tahun.