Gangguan Tidur pada Lansia: Ini Perlu Diperhatikan


Gangguan tidur pada lansia merupakan permasalahan yang lazim namun sering diabaikan, meskipun dapat berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.

2025-10-30T08:00

Gangguan tidur pada lansia merupakan permasalahan yang lazim namun sering diabaikan, meskipun dapat berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh. Penyebab Gangguan Tidur pada Lansia

Secara alamiah, seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan sebagai berikut:

  • Penurunan produksi melatonin; yaitu hormon tidur yang berperan dalam menjaga kualitas tidur.

  • Perubahan jam biologis (ritme sirkadian); menyebabkan lansia cenderung tidur lebih awal dan terbangun lebih pagi.

  • Penurunan aktivitas fisik dan paparan cahaya siang hari.

Jenis Gangguan Tidur yang Umum pada Lansia

 

Jenis Gangguan

Penjelasan Singkat

Insomnia

Kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur.

Sleep apnea

Henti napas singkat saat tidur, sering disertai mendengkur.

Restless leg syndrome

Sensasi tidak nyaman pada kaki yang muncul menjelang tidur.

Bangun terlalu dini

Ketidakmampuan untuk kembali tidur setelah terbangun pada dini hari (pukul 03.00-04.00).

Tidur siang berlebihan

Dapat mengganggu tidur malam karena mengurangi rasa kantuk.

Dampak Apabila Tidak Ditangani

  • Keletihan dan kantuk berlebihan pada siang hari.

  • Penurunan konsentrasi dan daya ingat.

  • Ketidakstabilan suasana hati, bahkan depresi.

  • Peningkatan risiko jatuh.

  • Pengendalian penyakit kronis yang memburuk (hipertensi, diabetes, penyakit jantung).

Saran untuk Mengatasi Gangguan Tidur pada Lansia

1. Rutinitas Tidur yang Teratur. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan.

2. Paparan Sinar Matahari Pagi. Membantu mengatur jam biologis. Disarankan berjalan pagi selama 20–30 menit.

3. Batasi Tidur Siang Berlebihan. Maksimal 20–30 menit dan hindari tidur siang terlalu sore.

4. Hindari Konsumsi Kafein dan Gula di Sore Hari. Meliputi teh/kopi, cokelat, dan minuman manis.

5. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman. Kamar tidur hendaknya gelap, tenang, serta memiliki suhu yang seimbang (tidak terlalu panas atau dingin).

6. Latihan Relaksasi Ringan. Meliputi teknik pernapasan dalam, senam lansia malam, atau mendengarkan musik yang menenangkan.

7. Periksa Gangguan Penyerta. Gangguan tidur terkadang disebabkan oleh nyeri sendi, batuk kronis, diabetes, dan lain-lain.

 

Perlukah Obat Tidur?

Sebaiknya tidak dijadikan solusi utama, karena dapat:

  • Menimbulkan kantuk di siang hari.

  • Menyebabkan ketergantungan.

  • Meningkatkan risiko jatuh.

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


 

Geriatri,Lansia Indonesia,Menua Bahagia,Geriatri Sehat,Gangguan Tidur

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026