
Di usia senja, menjaga berat badan yang seimbang menjadi kunci utama untuk kualitas hidup yang lebih baik. Baik kekurusan maupun kegemukan, keduanya memiliki dampak serius pada kesehatan lansia. Pendekatan dalam penanganannya haruslah lembut, bertahap, dan selalu disesuaikan dengan kondisi medis individu.
Jika Lansia Mengalami Kekurusan (Underweight)
Kekurangan berat badan pada lansia membawa berbagai risiko. Tubuh yang terlalu kurus rentan mengalami kelemahan dan risiko jatuh yang lebih tinggi. Otot-otot cenderung mengecil, menyebabkan kesulitan bergerak. Proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat, dan sistem kekebalan tubuh melemah, membuat lansia lebih mudah terserang penyakit. Kekurusan juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasari, seperti gangguan makan, depresi, kanker, atau infeksi.
Tindakan yang Dapat Dilakukan:
Langkah pertama adalah mengidentifikasi penyebab kekurusan. Apakah ada masalah pada mulut dan tenggorokan seperti sariawan, gigi ompong, atau kesulitan menelan? Atau mungkin ada gangguan pada sistem pencernaan seperti lambung, usus, atau fungsi tiroid yang tidak optimal? Depresi atau kehilangan nafsu makan juga perlu diperiksa.
Untuk meningkatkan asupan nutrisi, lansia disarankan untuk makan lebih sering dengan porsi kecil, sekitar 5–6 kali sehari. Peningkatan kalori sehat bisa didapatkan dari penambahan susu, telur, santan, minyak zaitun, keju, dan kacang-kacangan dalam menu harian. Makanan seperti bubur kacang hijau, smoothies alpukat, atau sup kaldu ayam bisa menjadi pilihan yang baik. Minum susu khusus lansia yang tinggi protein juga sangat dianjurkan. Selain itu, latihan ringan secara teratur penting untuk mencegah pengecilan otot dan menjaga kekuatan tubuh.
Jika Lansia Mengalami Kegemukan (Overweight / Obesitas)
Sebaliknya, kelebihan berat badan atau obesitas pada lansia juga menimbulkan berbagai komplikasi. Risiko tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan stroke meningkat signifikan. Sendi lutut menjadi lebih cepat aus (osteoartritis) akibat beban berlebih. Kegemukan juga dapat menyebabkan kesulitan bergerak dan membuat lansia lebih rentan terjatuh.
Tindakan yang Dapat Dilakukan:
Prioritas utama adalah fokus pada perubahan gaya hidup aktif, bukan langsung menjalani diet ketat yang drastis. Lansia perlu makan secara teratur dengan gizi seimbang. Porsi makan harus dikontrol, menghindari konsumsi nasi berlebihan, gorengan, dan kue manis. Sebaliknya, perbanyak asupan sayur, protein, dan buah-buahan rendah gula seperti pepaya atau apel. Penting juga untuk minum air putih yang cukup.
Aktivitas fisik ringan sangat dianjurkan. Ini bisa berupa jalan kaki 15–30 menit, senam kursi, peregangan, atau bahkan melakukan aktivitas rumah tangga seperti menyapu atau menyiram tanaman. Rutin memeriksa gula darah, kolesterol, dan tekanan darah sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan. Yang terpenting, jangan terburu-buru menurunkan berat badan secara drastis. Target penurunan berat badan yang sehat adalah sekitar 2–4 kg dalam 2–3 bulan.
Prinsip Emas: Kekuatan dan Fungsi Tubuh
Ingatlah prinsip emas ini: berat badan ideal bagi lansia bukan semata-mata soal angka di timbangan, melainkan lebih pada kekuatan dan fungsi tubuh. Yang paling penting adalah lansia dapat bergerak aktif, tidak mudah jatuh, memiliki asupan makanan yang cukup, dan menjalani hidup dengan bahagia.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri