
Oleh King Haji Agus, Founder Sahabat Baitullah
GERIATRI.CO.ID - "Packing bukan sekadar memasukkan barang ke dalam koper. Packing adalah menyusun barang agar setiap hari hidup menjadi lebih mudah."
Banyak jemaah telah membawa perlengkapan yang tepat, tetapi tetap merasa repot selama berada di Tanah Suci. Penyebabnya bukan karena barangnya kurang, melainkan karena cara menyusunnya kurang tepat.
Hampir setiap hari koper akan dibuka. Pakaian akan diambil, perlengkapan mandi digunakan, obat diminum, kemudian semua harus dikembalikan ke tempat semula.
Apabila isi koper tidak tertata dengan baik, lama-kelamaan koper menjadi berantakan, barang sulit dicari, bahkan ada yang tertinggal ketika pindah hotel.
Karena itu, packing bukan hanya soal kerapian, tetapi juga soal efisiensi dan kenyamanan selama beribadah.
Prinsip Pacing Cerdas
Ada satu prinsip sederhana yang patut diingat: "Sekali menyusun, berkali-kali dimudahkan”. Artinya, luangkan waktu sedikit lebih lama saat menyiapkan koper di rumah agar selama di Tanah Suci Anda tidak perlu berulang kali membongkar seluruh isi koper.
Gunakan Sistem, Bukan Asal Masukkan
Packing akan jauh lebih mudah apabila setiap kelompok barang memiliki tempatnya masing-masing. Misalnya pakaian harian, perlengkapan mandi, obat dan perlengkapan kesehatan, elektronik, dan pakaian kotor. Dengan cara ini, Anda tidak perlu membuka seluruh koper hanya untuk mencari satu barang.
Metode "Satu Kantong, Satu Hari"
Menurut pengalaman kami mendampingi jamaah, metode ini sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia.
Siapkan satu kantong atau packing cube untuk setiap hari penggunaan. Misalnya, satu kantong berisi pakaian utama, pakaian dalam, kaos dalam, kaos kaki (bila digunakan), dan masker cadangan.
Keesokan paginya Anda cukup mengambil satu kantong tanpa harus mencari satu per satu pakaian yang akan digunakan. Selain lebih praktis, cara ini membuat isi koper tetap rapi hingga hari terakhir perjalanan.
Beri Label pada Setiap Kantong
Tidak perlu menggunakan warna tertentu. Cukup tempelkan label sederhana, misalnya Hari 1 sampai seterusnya, perlengkapan mandi, obat, elektronik, sampai pakain kotor. Label sederhana akan jauh lebih memudahkan dibanding harus membuka setiap kantong satu per satu.
Taruh Barang yang Sering Dipakai di Bagian Atas
Jangan letakkan barang yang sering digunakan di bagian paling bawah koper. Obat, charger, power bank, masker, jaket, atau payung sebaiknya berada di posisi yang mudah dijangkau. Semakin sering digunakan, semakin mudah pula barang tersebut diambil.
Pisahkan Pakaian Kotor
Siapkan satu kantong khusus untuk pakaian kotor. Jangan mencampurnya dengan pakaian yang masih bersih. Selain menjaga kebersihan koper, cara ini juga memudahkan saat tiba di rumah atau ketika menggunakan layanan laundry di hotel.
Rapikan Kembali Setiap Malam
Sebelum beristirahat, luangkan waktu sekitar lima menit untuk merapikan kembali isi koper. Pastikan pakaian kotor sudah dipisahkan, charger kembali ke tempatnya, obat siap untuk digunakan keesokan hari, dan botol minum telah diisi bila diperlukan.
Kebiasaan sederhana ini membuat pagi hari menjadi lebih tenang dan tidak terburu-buru.
Tahukah Anda?
Packing yang baik bukan diukur dari rapinya koper saat berangkat. Packing yang baik adalah ketika koper tetap rapi hingga hari terakhir perjalanan, sehingga Anda tidak kesulitan mencari barang dan risiko ada perlengkapan yang tertinggal menjadi jauh lebih kecil.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Checklist
***
(Foto: dok. haji.go.id)
Baca juga:
Umroh Lansia: Bukan Soal Usia, tapi Soal Persiapan (1)
Sudah Siap Berangkat ke Tanah Suci, Opa Oma? (2)
Medical Check-up Sebelum Umroh: Memastikan Kesehatan, bukan Mencari Alasan
Ikhtiar Fisik Menuju Tanah Suci: Melatih Tubuh, Menguatkan Khusyuk
Vaksinasi Sebelum Umroh: Ikhtiar Melindungi Diri dan Sesama Jemaah
Obat Pribadi dan Dokumen Kesehatan: Bekal Kecil yang Sangat Berharga
Perlengkapan Umroh Lansia: Bawa Seperlunya, Pilih yang Tepat
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri