Ikhtiar Fisik Menuju Tanah Suci: Melatih Tubuh, Menguatkan Khusyuk


Jangan menunggu hingga seminggu sebelum berangkat. Pada saat itu, tubuh tidak lagi memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri.

2026-08-05T12:14

Oleh King Haji Agus, Founder Sahabat Baitullah

GERIATRI.CO.ID - Setelah memastikan kondisi kesehatan melalui medical check-up, langkah berikutnya adalah mempersiapkan tubuh agar siap menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Banyak calon jamaah menganggap latihan fisik tidak terlalu penting. Mereka berpikir, "Nanti saja jalan kaki saat sudah di Makkah."

Padahal, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi. Sama seperti kita tidak langsung mengikuti lomba tanpa latihan, demikian pula ibadah umrah akan terasa jauh lebih nyaman jika tubuh telah dipersiapkan sejak di tanah air.

Kabar baiknya, persiapan fisik tidak harus dilakukan dengan olahraga yang berat. Yang dibutuhkan adalah latihan yang sederhana, aman, dan dilakukan secara konsisten.

Kapan Sebaiknya Mulai Berlatih?

Idealnya, latihan dimulai sekitar 8–12 minggu sebelum keberangkatan. Semakin awal memulai, tubuh memiliki waktu lebih banyak untuk beradaptasi sehingga peningkatan stamina berlangsung secara bertahap.

Jangan menunggu hingga seminggu sebelum berangkat. Pada saat itu, tubuh tidak lagi memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri.

1. Jalan Kaki, Latihan Paling Sederhana dan Paling Efektif

Bagi sebagian besar calon jamaah lansia, berjalan kaki adalah latihan terbaik. Jika belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan berjalan santai selama 10–15 menit.

Setelah tubuh mulai terbiasa, tingkatkan menjadi 20 menit, lalu secara bertahap usahakan mampu berjalan selama 30–45 menit, minimal 3 kali setiap minggu.

2. Tidak perlu berjalan cepat.

Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin sesuai kemampuan masing-masing. Jika memungkinkan, pilih rute yang sedikit menanjak atau memiliki beberapa anak tangga agar tubuh lebih siap menghadapi aktivitas selama di Tanah Suci.

3. Gunakan Alas Kaki yang Akan Dipakai Saat Umroh

Kesalahan yang sering terjadi adalah membeli sandal atau sepatu baru, lalu langsung memakainya di Makkah. Akibatnya, kaki menjadi lecet dan perjalanan ibadah terasa tidak nyaman.

Bila memungkinkan, gunakan sandal atau sepatu yang akan dibawa umrah saat latihan berjalan. Dengan demikian, kaki dan alas kaki akan saling beradaptasi sebelum keberangkatan.

4. Jangan Lupakan Latihan Keseimbangan

Semakin bertambah usia, keseimbangan tubuh juga ikut berubah. Latihan sederhana seperti berdiri dari posisi duduk tanpa terburu-buru, naik turun satu atau dua anak tangga, serta melakukan peregangan ringan setiap pagi dapat membantu menjaga kekuatan otot dan mengurangi risiko terjatuh.

5. Dengarkan Tubuh Anda

Berlatih bukan berarti memaksakan diri. Jika muncul nyeri dada, sesak napas yang berat, pusing, atau tubuh terasa sangat lemah, hentikan latihan dan segera berkonsultasi dengan dokter.

Tujuan latihan adalah meningkatkan kebugaran, bukan membuktikan bahwa kita masih kuat. Lakukan sesuai kemampuan, nikmati prosesnya, dan tingkatkan secara bertahap.

Tahukah Anda?

Banyak calon jamaah mengira bahwa ibadah umrah tidak membutuhkan persiapan fisik yang berarti. Padahal, jika dihitung, satu kali pelaksanaan umrah mengharuskan kita berjalan sekitar 5,6 kilometer.

Mengapa demikian?

Saat tawaf, jamaah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran. Satu putaran panjangnya sekitar 400 meter, sehingga total jarak yang ditempuh saat tawaf mencapai sekitar 2,8 kilometer.

Setelah itu dilanjutkan dengan sa'i, yaitu berjalan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan kembali sebanyak 7 lintasan. Total jarak yang ditempuh juga sekitar 2,8 kilometer.

Artinya, hanya untuk menyelesaikan rangkaian satu kali ibadah umroh, seorang jamaah telah berjalan sekitar 5,6 kilometer.

Bila selama berada di Makkah seorang jamaah memilih melaksanakan umrah dua hingga tiga kali, maka total jarak berjalan hanya untuk rangkaian ibadah umrah dapat mencapai sekitar 11,2 hingga 16,8 kilometer.

Dan itu belum termasuk perjalanan pulang-pergi dari hotel menuju Masjidil Haram, berjalan di area masjid, menuju tempat makan, berbelanja, maupun aktivitas lainnya selama di Tanah Suci.

Karena itulah, membiasakan berjalan kaki sebelum keberangkatan bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari ikhtiar agar tubuh lebih siap menjalani ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

*****

*Catatan Sahabat Baitullah. "Jangan berlatih agar terlihat kuat di hadapan manusia. Berlatihlah agar tubuh memiliki tenaga untuk lebih lama berdiri dalam shalat, lebih tenang saat bertawaf, lebih nyaman ketika bersa'i, dan lebih khusyuk saat bermunajat kepada Allah. Setiap langkah latihan yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari langkah menuju Baitullah."


Baca juga:
Umroh Lansia: Bukan Soal Usia, tapi Soal Persiapan (1)
Sudah Siap Berangkat ke Tanah Suci, Opa Oma? (2)
Medical Check-up Sebelum Umroh: Memastikan Kesehatan, bukan Mencari Alasan


 

haji lansia,umroh lansia,haji umroh lansia

ARTIKEL LAINNYA

Prinsip Mengatur Nutrisi yang Baik pada Lansia

Pendanaan Jadi Tantangan Reformasi Lansia di Inggris

Lansia Terlihat Sehat, Apakah Tetap Perlu Medical Check-up Rutin?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026