Medical Check-up Sebelum Umroh: Memastikan Kesehatan, bukan Mencari Alasan


Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi masing-masing. Karena itu, jangan ragu untuk terbuka.

2026-07-29T12:25

Oleh King Haji Agus, Founder Sahabat Baitullah

GERIATRI.CO.ID - Setelah menilai kesiapan diri, langkah berikutnya adalah memastikan kondisi kesehatan melalui medical check-up.

Sebagian calon jamaah masih menganggap pemeriksaan kesehatan hanya sebagai syarat administrasi sebelum keberangkatan. Padahal, medical check-up memiliki tujuan yang jauh lebih penting, yaitu mengetahui kondisi tubuh, mengendalikan penyakit yang mungkin ada, dan memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman serta nyaman.

Perlu dipahami, tujuan pemeriksaan kesehatan bukanlah mencari alasan agar seseorang batal berangkat. Justru sebaliknya, dokter akan membantu menilai apakah kondisi tubuh sudah cukup stabil, apakah ada pengobatan yang perlu disesuaikan, atau apakah diperlukan persiapan tambahan sebelum keberangkatan.

Pemeriksaan Apa Saja yang Sebaiknya Dilakukan?

Setiap jamaah memiliki kondisi yang berbeda. Jenis pemeriksaan tentu akan disesuaikan dengan usia, riwayat penyakit, dan hasil konsultasi dengan dokter. Namun, secara umum beberapa pemeriksaan berikut sering menjadi perhatian.

  • Tekanan darah.
  • Berat badan dan status gizi.
  • Gula darah, terutama bagi penderita diabetes atau yang memiliki faktor risiko.
  • Kolesterol dan profil lemak sesuai indikasi.
  • Fungsi ginjal bila memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal.
  • Rekam jantung (EKG) bila diperlukan, terutama pada jamaah dengan keluhan atau riwayat penyakit jantung.
  • Evaluasi fungsi paru bagi penderita asma atau penyakit paru kronis.
  • Pemeriksaan obat-obatan yang rutin dikonsumsi.
  • Konsultasi mengenai vaksinasi yang diwajibkan maupun yang dianjurkan sebelum keberangkatan.

Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi masing-masing. Karena itu, jangan ragu menceritakan seluruh riwayat kesehatan secara terbuka.

Bila Memiliki Penyakit Kronis, Apa yang Harus Dilakukan?

Banyak lansia memiliki hipertensi, diabetes, penyakit jantung, asma, atau gangguan persendian. Kondisi tersebut tidak selalu menjadi penghalang untuk berangkat umrah. Yang lebih penting adalah memastikan penyakit berada dalam kondisi terkontrol. Misalnya:

  • Minum obat secara teratur sesuai resep dokter.
  • Tidak menghentikan obat tanpa persetujuan dokter.
  • Rutin melakukan kontrol sebelum keberangkatan.
  • Mengetahui kapan obat harus diminum selama perjalanan.
  • Membawa obat dalam jumlah yang cukup untuk seluruh perjalanan, ditambah cadangan beberapa hari bila terjadi keterlambatan penerbangan.
  • Simpan obat-obatan di tas kabin, bukan di bagasi, sehingga mudah dijangkau kapan pun dibutuhkan.

Selain paspor dan dokumen perjalanan, jamaah lansia sebaiknya menyiapkan:

  • Daftar obat yang rutin dikonsumsi.
  • Ringkasan riwayat penyakit.
  • Salinan resep dokter bila diperlukan.
  • Nomor telepon keluarga yang dapat dihubungi.
  • Kartu identitas dan kartu asuransi perjalanan bila tersedia.

Baca Juga:
Umroh Lansia: Bukan Soal Usia, tapi Soal Persiapan (1)
Sudah Siap Berangkat ke Tanah Suci, Opa Oma? (2)

 

Jujurlah kepada Penyelenggara

Ada calon jamaah yang sengaja tidak menceritakan kondisi kesehatannya karena khawatir tidak diizinkan berangkat. Padahal, informasi tersebut justru sangat dibutuhkan oleh pembimbing dan tim pendamping.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan jamaah, mereka dapat memberikan perhatian yang lebih tepat, membantu mengingatkan jadwal minum obat, atau segera mengambil tindakan bila terjadi keadaan darurat.

Kejujuran bukan untuk membatasi ibadah, melainkan untuk menjaga keselamatan jamaah.

*****

* Pada Panduan Umrah Lansia #4, kita akan membahas bagaimana melatih tubuh sebelum keberangkatan. Latihan sederhana seperti berjalan kaki, peregangan, dan menjaga keseimbangan sering kali menjadi bekal terbaik agar setiap langkah tawaf dan sa'i dapat dijalani dengan lebih nyaman.


 

umroh lansia,umrah lansia,haji lansia,haji umroh lansia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Mengenal MCI: Tahap Awal yang Sering Terlewat Sebelum Demensia

Siapa yang Akan Merawat Lansia di Masa Depan? Dunia Hadapi Krisis Caregiver

Cara Mengolah Rimpang yang Sederhana

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026