
GERIATRI.CO.ID - Bukan sekadar soal jam makan. Pada lansia, kebiasaan sering melewatkan waktu makan bisa menjadi tanda ada masalah lain yang perlu diperhatikan.
“Nanti saja makannya.”
Kalimat sederhana ini mungkin sering diucapkan lansia. Kadang karena belum lapar, malas menyiapkan makanan, tinggal sendirian, atau memang nafsu makan mulai menurun.
Namun, kebiasaan melewatkan makan pada lansia ternyata cukup umum. Sebuah systematic review yang diterbitkan dalam Nutrition Reviews yang menganalisis 23 penelitian menemukan bahwa 2,1% hingga 61% lansia yang tinggal di masyarakat dilaporkan pernah melewatkan waktu makan.
Penyebabnya beragam, mulai dari faktor ekonomi, kondisi kesehatan, hingga faktor sosial dan psikologis.
Benarkah hal tersebut bisa memicu penyakit kronis? Hubungannya ternyata tidak sesederhana itu.
Penelitian dari Cardiovascular Health Study terhadap 3.747 lansia yang diikuti hingga 17,6 tahun tidak menemukan bukti kuat bahwa frekuensi sarapan berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2.
Penelitian lain yang dipublikasikan pada 2026 dan melibatkan 4.070 lansia juga menemukan bahwa waktu dan frekuensi sarapan tidak secara keseluruhan berkaitan dengan risiko serangan jantung atau penyakit arteri koroner.
Jadi, kurang tepat jika mengatakan bahwa terlambat makan otomatis menyebabkan penyakit kronis.
Masalahnya adalah ketika lansia terlalu sering melewatkan makan hingga kebutuhan gizinya tidak terpenuhi.
Pada usia lanjut, asupan makanan yang cukup penting untuk mempertahankan massa otot, kekuatan, dan kemandirian. Karena itu, ketika orang tua mulai sering tidak makan, keluarga sebaiknya mencari tahu penyebabnya.
Jadi, jangan hanya melihat jam makannya. Perhatikan juga pola makan, berat badan, nafsu makan, dan perubahan kondisi fisiknya.
Sebab, perubahan kecil dalam kebiasaan makan pada lansia terkadang bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan perhatian lebih. (lia)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri