
Oleh King Haji Agus, Founder Sahabat Baitullah
GERIATRI.CO.ID - "Saya sudah menyiapkan pakaian ihram, sandal, dan koper. Berarti semuanya sudah siap."
Belum tentu. Bagi jamaah lansia, salah satu perlengkapan terpenting justru sering terlupakan, yaitu obat-obatan pribadi dan dokumen kesehatan.
Padahal, keduanya dapat menjadi penolong ketika tubuh membutuhkan pertolongan selama perjalanan ibadah.
Obat Rutin Jangan Sampai Terlupa
Bila Anda memiliki hipertensi, diabetes, penyakit jantung, asma, gangguan tiroid, atau penyakit kronis lainnya, pastikan seluruh obat rutin telah disiapkan sebelum keberangkatan.
Jangan menghentikan obat hanya karena merasa kondisi tubuh sudah membaik. Selalu ikuti petunjuk dokter yang merawat.
Bawalah obat dalam jumlah yang cukup selama perjalanan, bahkan bila memungkinkan tambahkan persediaan untuk beberapa hari sebagai antisipasi, apabila terjadi perubahan jadwal penerbangan atau keadaan yang tidak terduga.
Obat Adalah Teman Seperjalanan
Selain obat rutin, siapkan pula obat atau perlengkapan kesehatan yang memang biasa Anda gunakan, misalnya:
Bagi jamaah yang terbiasa mengonsumsi madu atau herbal tertentu, hal tersebut dapat dilanjutkan selama tidak bertentangan dengan anjuran dokter dan memang sudah biasa dikonsumsi sebelumnya.
Namun, jangan menjadikan perjalanan umrah sebagai waktu untuk mencoba produk herbal atau suplemen baru, karena setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda.
Simpan Obat di Tas Kabin
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menyimpan seluruh obat di koper besar. Padahal koper dapat terlambat diterima, atau sewaktu-waktu obat dibutuhkan selama perjalanan. Karena itu, simpan obat rutin di tas kabin agar selalu mudah dijangkau.
Usahakan obat tetap berada dalam kemasan aslinya yang memuat nama obat, dosis, dan aturan pemakaian. Selain memudahkan Anda, hal ini juga membantu petugas kesehatan apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Dokumentasi Kesehatan Sering Diabaikan
Selain membawa obat, setiap jamaah lansia sebaiknya memiliki Dokumen Informasi Kesehatan Pribadi. Dokumen sederhana ini dapat disimpan di dompet, tas kecil, atau bersama paspor.
Dokumen ini dapat sangat membantu apabila jemaah memerlukan pertolongan ketika sedang terpisah dari rombongan atau mengalami kondisi darurat.
Tahukah Anda?
Banyak gangguan kesehatan yang dialami jamaah bukan terjadi karena penyakitnya tiba-tiba menjadi lebih berat.
Sering kali penyebabnya justru sederhana, seperti obat rutin yang terlambat diminum, tertinggal di koper, habis sebelum perjalanan selesai, atau dihentikan sendiri karena merasa tubuh sudah lebih sehat.
Padahal, menjaga keteraturan minum obat merupakan bagian penting dari ikhtiar agar ibadah tetap berjalan dengan baik.
***
Baca juga:
Umroh Lansia: Bukan Soal Usia, tapi Soal Persiapan (1)
Sudah Siap Berangkat ke Tanah Suci, Opa Oma? (2)
Medical Check-up Sebelum Umroh: Memastikan Kesehatan, bukan Mencari Alasan
Ikhtiar Fisik Menuju Tanah Suci: Melatih Tubuh, Menguatkan Khusyuk
Vaksinasi Sebelum Umroh: Ikhtiar Melindungi Diri dan Sesama Jemaah
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri