
Geriatri.id--Berbagai penelitian, termasuk rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah menyebutkan vaksinasi dapat menyelamatkan jutaan nyawa, termasuk bagi kelompok lanjut usia (lansia). Vaksinasi pun secara luas diakui sebagai intervensi kesehatan paling sukses dan hemat biaya.
Di tengah pandemi Covid-19 sekarang, apakah penerima vaksin Covid-19 diperbolehkan mendapat vaksin lain secara bersamaan?
Selain vaksinasi Covid-19, sejumlah vaksin masih penting untuk mencegah penyakit seperti influenza, pneumonia, dan lain-lain.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Immunologi RS Cipto Mangunkusumo, Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi, mengatakan bahwa awalnya para pakar sepakat memberikan jeda selama satu bulan vaksinasi Covid-19 dengan vaksinasi lainnya.
Jeda satu bulan itu lantaran belum diketahui efek samping vaksin Covid-19, yaitu Sinovac. "Maksudnya jika timbul efek samping maka akan jelas apakah itu disebabkan vaksin Covid-19 atau vaksin lain," kata Samsuridjal dalam Konferensi Pers Virtual Pekan Imunisasi Dunia bertajuk Pentingnya Vaksinasi di Era COVID-19 #LindungikuLindungimu, Jumat (23/4/2021).
Untuk itu, pada gelombang pertama vaksinasi Covid-19, calon penerima vaksin akan ditanya riwayat vaksin sebelumnya. Pertanyaan itu sekarang tidak diajukan lagi karena sudah ada kepastian mengenai efek samping vaksin Covid-19.
Samsuridjal mengatakan dalam vaksinologi, dua vaksin bisa diberikan apalagi kalau keduanya innactivated atau bukan hidup. Menurut Samsuridjal, khusus untuk vaksin COVID-19 secara umum tidak masalah diberikan dengan waktu berbarengan dengan vaksin lain.
“Untuk COVID-19 yang innactivated, boleh diberikan dengan vaksin lain. Kalau sebenarnya ada jarak satu bulan untuk memberikan pada yang prioritas. Sekarang ini kalau dari segi ilmunya, boleh saja diberikan dengan vaksin lain,” ujar dia.
Sementara Kepala Kelompok Penasihat Teknis Indonesia untuk Imunisasi (ITAGI), Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, karena vaksin COVID-19 tergolong baru maka dia tidak merekomendasikan diberikan bersama vaksin lain.
“Karena ini vaksin baru, sebetulnya kalau innactivated atau activated enggak masalah kapan saja. Tetapi karena ini vaksin baru, diberikan bersama vaksin lain kemudian ada efek samping, jadi tidak tahu mana yang memberikan efek samping. Tetapi saat ini kami harapkan jangan dijadikan satu,” kata Sri Rezeki. (ymr | Foto Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri