Lansia Harus Tetap Jadi Prioritas Penerima Vaksin


Prioritas lansia penting, lansia yang divaksinasi Covid-19 harusnya capaiannya dua kali pelayan publik,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

2021-04-14 21:04:46

Geriatri.id--Upaya pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi terhadap lansia terus dilakukan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungannya ke Jayapura kembali menegaskan lansia menjadi prioritas yang penting sebagai penerima vaksin Covid-19.

“Prioritas lansia penting, lansia yang divaksinasi Covid-19 harusnya capaiannya dua kali pelayan publik,” ujar Budi saat memantau kegiatan vaksin di Kelurahan VIM dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Induk Jayapura, 14/4/2021.

Pernyataan ini disampaikan oleh Budi, setelah melihat dari 200 peserta yang divaksinasi di kelurahan VIM, 133 diantaranya adalah petugas publik. Jumlah ini jauh lebih besar dari jumlah lansia yang harusnya mendapat prioritas. “Orangtuanya dulu, kalau dia bawa orangtuanya untuk suntik, kita suntik juga,” tambahnya. 

Berdasarkan data per 13 April 2021, dari 562.248 sasaran vaksinasi Tahap I dan Tahap II provinsi Papua, sebanyak 103.234 peserta (18.36%) yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 40.923 (7.28%) peserta yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Untuk vaksinasi lansia sendiri, baru sebanyak 3.014 (1,20%) lansia yang mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Seperti sebelumnya diberitakan, vaksinasi untuk lansia ini gencar dilakukan, mengingat lansia adalah golongan yang rentan terkena Covid-19. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan 20 juta vaksin untuk mengatasai masalah itu. Meski jumlah vaksin ini dinyatakan kurang, namun pemerintah terus berupaya untuk memproduksi dalam negri. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, memaparkan perlunya peningkatan produksi vaksin dalam negri ini karena adanya embargo dari beberapa produsen vakin. Embargo terjadi usai adanya lonjakan ketiga di beberapa negara di Eropa, Asia dan Brazil. Karenanya diharapkan PT Bio Farma akan terus meningkatkan kapasitas produksi vaksin Sinovac hingga mencapai 25 juta dosis. 

"Dengan ditingkatkannya kapasitas produksi vaksin ini, kebutuhan vaksin dalam negeri akan tercapai," paparnya dalam International Media Briefing, (4/14/2021) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia. 

Selain meningkatkan produksi dalam negri, pemerintah juga berusaha mencukupi kebutuhan vaksin melalui skema kerjasama dengan sejumlah negara di dunia. Juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin Gotong Royong yang telah ditutup pendaftarannya hingga tahap 2 oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN). 

Wiku menyebutkan program Vaksin Gotong Royong ini mendapatkan sambutan cukup tinggi dari perusahan-perusahaan yang ingin berpartisipasi. Karenanya, KADIN berencana untuk membuka pendaftaran tahap ketiga untuk program ini. (Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto dok Kemenkes)

Lansia,Vaksinasi,Covid-19,Menteri Kesehatan,Budi Gunadi Sadikin

ARTIKEL LAINNYA

Yuk, Amati Lansia yang Tinggal Sendirian

Begini Cara Aman untuk Cegah Flu

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026