Anak Muda Sayangi Lansia, Temani Vaksinasi COVID-19


Satuan tugas Covid-19 meluncurkan kampanye Anak Muda Sayangi Lansia, Temani Vaksinasi Covid-19.

2021-04-06 10:21:29

Geriatri.id-- Satuan tugas Covid-19 meluncurkan kampanye Anak Muda Sayangi Lansia, Temani Vaksinasi Covid-19. Kampanye yang diluncurkan 05/04/2021 ini mengajak anak muda untuk membantu lansia mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Seperti diketahui sebelumnya, target vaksinasi untuk lansia masih jauh belum terpenuhi. Sementara lansia adalah kelompok yang berisiko tinggi jika terinfeksi COVID-19. Diharapkan dengan pemberian vaksin kepada lansia akan membantu daya tahan tubuh mereka. (Lihat juga: Target Vaksinasi Lansia Masih Jauh Terpenuhi)

Sehingga anak muda diharapkan mau berpartisipasi untuk memberikan informasi yang benar kepada lansia mengenai vaksinasi ini. Terutama informasi yang selama ini dikhawatirkan anak-anak lansia ini tentang keamanan dan efektifitas vaksin terhadap lansia. Selain itu diharapkan mereka mau mengantar dan menemani lansia saat proses vaksinasi.

Pemerintah sendiri melalui Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin akan menempatkan lansia sebagai priorotas penerima vaksin. Karena berdasarkan data yang ada di Kementerian Kesehatan, dari 1,5 juta orang yang terpapar, 10% diantaranya adalah orang di atas 60 tahun. Sementara dari data yang meninggal karena Covid-19, 50% diantaranya adalah lansia. “Jadi kelihatan sekali bahwa teman-teman kita di atas 60 tahun itu berisiko tinggi. Jadi prioritas vaksin akan diberikan kepada lansian, " ujar Budi, usai menghadiri rapat internal dengan Presiden, Senin 05/04/2021.

Pernyataan Budi ini dikeluarkan, karena adanya informasi embargo di beberapa negara produsen vaksin. Embargo dilakukan setelah adanya lonjakan ketiga kasus aktif Covid-19 di beberapa negara di Eropa, Asia dan Amerika Selatan. Akibatnya negara produsen vaksin tidak boleh melakukan ekspor dan vaksin hanya boleh digunakan di dalam negri. Tentu saja embargo ini memengaruhi ketersediaan vaksin di Indonesia.Yang harusnya vaksin Indonesia bisa mendapatkan vaksin sebanyak 30 juta dosis untuk Maret dan April, karena embargo ini hanya bisa tersedia 20 juta dosis.

Meski demikian, pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam dan akan melakukan negosiasi dengan negara-negara produsen vaksin ini. Selain itu, di dalam negri sendiri, pemerintah akan menjaga dan mengatur proses vaksinasi sesuai dengan skala prioritas. “Mudah-mudahan bulan Mei bisa kembali normal sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat,” ucap Budi. (Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay)

Lansia,Vaksinasi,Covid-19,Menteri Kesehatan,Budi Gunadi Sadikin

ARTIKEL LAINNYA

Yuk, Amati Lansia yang Tinggal Sendirian

Begini Cara Aman untuk Cegah Flu

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026