Yuk Kenali 12 Penurunan Fungsi Tubuh pada Lansia


Berita Lansia - Semakin seseorang memasuki lansia, tubuhnya memang akan mengalami berbagai perubahan.

2018-12-02 13:07:05

Geriatri.id - Kalau Anda mengunjungi Poliklinik Geriatri, pastinya akan bertemu dengan pasien-pasien lansia dengan ciri fisik yang khas. Misalnya, kulit yang keriput, rambut memutih, badan membungkuk dan gigi yang mulai jarang. 

Ya, semakin menua seseorang, tubuhnya memang akan mengalami berbagai perubahan.

Namun, selain perubahan fisik seperti yang disebutkan tadi, lansia juga ternyata mengalami berbagai penurunan fungsi organ tubuh.

Inilah hal yang mungkin belum banyak diketahui banyak orang.

Nah, berikut ini saya coba rangkum beberapa perubahan atau penurunan fungsi organ tubuh yang umumnya terjadi pada lansia:

1. Fungsi jantung dan pembuluh darah 

Penuaan juga ternyata memengaruhi struktur dan fungsi jantung serta pembuluh darah. dalam hal ini, pembuluh darah arteri akan makin tebal dan keras lantaran proses aterosklerosis.

Kemudian, katup jantung akan lebih kaku sehingga menimbulkan daya jantung berkurang ketika lansia melakukan aktivitas fisik atau olahraga. 

2. Sistem pernapasan

Seiring bertambah usia, elastisitas paru dan aktivitas sel pembersih paru akan berkurang.

Efeknya, kapasitas paru dan jumlah oksigen maksimal yang dapat dihirup juga semakin berkurang. Termasuk, berkurangnya refleks batuk pada lansia. 

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

3. Sistem pencernaan

Pada lansia, produksi asam lambung oleh lambung akan menjadi sedikit. Efeknya, tubuh akan lebih rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh makanan.

Kemudian, kemampuan pengecap rasa pada lidah pun akan berkurang sehingga makanan terasa hambar.  Bahkan, usus bergerak pelan sehingga proses mencerna makanan lebih lama. 


4. Fungsi ginjal

Pada lansia, struktur pada ginjal juga akan berubah.

Proses aterosklerosis dapat menyerang ginjal sehingga mengakibatkan penurunan fungsi ginjal.

5. Tulang dan sendi

Tulang mulai kehilangan strukturnya sehingga mengakibatkan osteoporosis bila tak diupayakan tindakan pencegahan.

Kemudian, sendi akan menipis dan sering meradang. Dampaknya, muncul rasa sakit yang mengganggu tulang dan sendi. 

6. Penglihatan

Lensa mata akan mengeras sehingga mata sulit melihat pada suasana remang.

Selain itu, kemampuan akomodasi akan berkurang sehingga lansia umumnya perlu kacamata ganda untuk dapat melihat secara fokus.

Di usia lansia, ketajaman penglihatan, kepekaan warna, dan persepsi kedalaman juga makin berkurang.

7. Pendengaran

Pada lansia terjadi beragam perubahan pada sistem pendengarannya. Di antaranya, saraf pendengaran makin berkurang dan struktur telinga pun melemah.

Selain itu, pendengaran pada nada tinggi akan hilang dan sulit membedakan nada bicara.

8. Sistem kekebalan tubuh

Lansia akan mudah mengalami infeksi karena menurunnya aktivitas sel T pada sistem imun (kekebalan tubuh).

Saat lansia sakit, tubuhnya tak mampu mempertahankan dan memulihkan diri. Karena itu, lansia penting untuk melakukan kontrol kesehatan.

Kemudian, lakukan pemeriksaan medis bila mengalami keluhan atau gejala penyakit. 


9. Sistem saraf

Sistem saraf dan otak pada lansia akan berubah. Kemampuan intelektual, kecepatan belajar, dan psikomotor juga akan berkurang.

Selain itu, lansia umumnya mengalami perubahan pola tidur. Lansia butuh waktu tidur yang lebih sedikit namun lebih sering. 

10. Sistem hormon

Sistem hormon (endokrin) pada lansia juga akan berubah, baik itu meningkat, berkurang, atau sama sekali tak terpengaruh faktor usia.

Misalnya, hormon seks akan berkurang (esterogen maupun testoteron).

Proses penuaan juga secara tak langsung memengaruhi risiko peningkatan resistensi hormon, misalnya insulin.

11. Penuaan kulit

Kulit lansia akan keriput karena produksi kolagen akan terus berkurang. Kolagen merupakan salah satu protein yang berfungsi menjaga kekenyalan kulit.

Selain itu, kelenjar keringat di kulit juga akan berkurang sehingga lansia berisiko mengalami masalah kulit kering. 

12. Penurunan tinggi badan 

Lansia juga akan mengalami penurunan tinggi badan karena kompresi tulang belakang dan perubahan postur tubuh.

Di sisi lain, lemak tubuh akan meningkat sedangkan massa otot berkurang. Total cairan tubuh juga biasanya berkurang. 

Penuaan terjadi secara alamiah seiring bertambahnya usia seseorang. Jadi, tidak ada pengobatan untuk menghentikan proses penuaan.

Namun, upaya yang bisa dilakukan adalah bagaimana caranya agar tetap sehat di usia lanjut.

Misalnya, selalu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, berolahraga sesuai kemampuan, cukup istirahat dan tak lupa melakukan pemeriksaan medis secara rutin.

Nah, tetaplah menjaga kondisi kesehatan meski sudah lansia, ya!***

Referensi: 
https://www.webmd.com/healthy-aging/tc/healthy-aging-normal-aging#1
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3582124/

Video Lansia:


 

geriatri,lansia,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Yuk, Amati Lansia yang Tinggal Sendirian

Begini Cara Aman untuk Cegah Flu

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026