
GERIATRI.CO.ID - Merawat lansia dengan demensia sering kali membuat keluarga terlalu fokus pada satu hal: menjaga agar mereka tetap aman.
Membantu mandi, menyiapkan makanan, mengingatkan obat, hingga memastikan mereka tidak pergi sendirian memang penting. Namun, ada satu hal yang terkadang terlupakan: lansia dengan demensia tetap ingin merasa dibutuhkan, dihargai, dan dilibatkan.
Demensia mungkin membuat seseorang mengalami perubahan dalam ingatan dan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Tetapi kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan kepribadian, kesukaan, pengalaman hidup, maupun kebutuhan untuk memiliki pilihan.
Karena itu, perawatan tidak hanya tentang melakukan sesuatu untuk lansia, tetapi juga melakukan sesuatu bersama mereka.
Ketika melihat lansia kesulitan memakai baju, makan, atau membereskan sesuatu, keluarga mungkin refleks langsung membantu. Namun, jika masih memungkinkan, berikan kesempatan kepada lansia untuk mencoba sendiri.
Alzheimer’s Society menyarankan keluarga dan caregiver untuk mendukung orang dengan demensia melakukan sesuatu secara mandiri selama memungkinkan. Pendekatan ini dapat membantu menjaga harga diri, kepercayaan diri, dan kesejahteraan mereka.
Bukan berarti lansia harus dibiarkan sendirian. Pendamping tetap diperlukan, terutama ketika ada risiko keselamatan. Kuncinya adalah membantu tanpa mengambil alih seluruhnya.
Melibatkan lansia juga tidak selalu berarti mengajak mereka mengikuti aktivitas khusus.
Hal-hal sederhana di rumah bisa menjadi kesempatan untuk membuat mereka merasa ikut berperan. Misalnya:
Alzheimer’s Association menyebut aktivitas sehari-hari yang membuat seseorang merasa menjadi bagian dari rumah tangga, seperti membantu menata meja, dapat memberikan rasa berhasil dan pencapaian. Aktivitas juga dapat disesuaikan dengan kemampuan seseorang.
Yang terpenting bukan apakah pekerjaan tersebut selesai dengan sempurna. Yang penting adalah lansia merasa dirinya masih punya peran. (lia)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri