
GERIATRI.CO.ID - Setiap tanggal 1 Juli, masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Buah Sedunia (International Fruit Day). Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya mengonsumsi buah sebagai bagian dari pola makan sehat di setiap tahap kehidupan, termasuk pada usia lanjut.
Bagi lanjut usia (lansia), buah bukan hanya menjadi camilan yang menyegarkan, tetapi juga sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang berperan menjaga kesehatan tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi buah dan sayur minimal 400 gram per hari untuk membantu menurunkan risiko penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.
Selain itu, National Institute on Aging (NIA) menjelaskan bahwa pola makan yang kaya buah dan sayuran dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi kesehatan lansia.
Buah juga mengandung air yang cukup tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Hal ini penting karena lansia sering kali mengalami penurunan rasa haus sehingga lebih berisiko mengalami dehidrasi.
Berikut beberapa buah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh lansia:
Pisang
Pisang merupakan salah satu buah yang mudah dikunyah sehingga cocok bagi lansia yang memiliki masalah pada gigi atau kesulitan mengunyah.
Buah ini mengandung kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap normal serta mendukung fungsi otot dan saraf. Pisang juga mengandung serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan.
Pepaya
Pepaya dikenal sebagai buah yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Kandungan serat dan airnya membantu mencegah sembelit, keluhan yang cukup sering dialami lansia. Pepaya juga mengandung vitamin A dan vitamin C yang berperan menjaga daya tahan tubuh.
Jeruk
Jeruk kaya akan vitamin C yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan membantu pembentukan kolagen untuk kesehatan kulit.
Selain itu, jeruk mengandung flavonoid, yaitu senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Apel
Apel merupakan sumber serat larut (pektin) yang baik untuk kesehatan pencernaan dan dapat membantu menjaga kadar kolesterol dalam darah.
Apel juga mengandung berbagai antioksidan yang berkontribusi terhadap kesehatan jantung.
Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung. Buah ini juga kaya kalium, vitamin E, dan folat. Karena kandungan kalorinya lebih tinggi dibandingkan buah lain, alpukat dapat menjadi pilihan bagi lansia yang mengalami penurunan berat badan atau nafsu makan, tetapi tetap perlu dikonsumsi dalam porsi yang sesuai.
Beri (Blueberry, Stroberi, Blackberry)
Buah beri dikenal kaya akan antosianin, yaitu antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan otak dan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya buah beri dapat membantu menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia, meskipun manfaatnya tetap perlu didukung oleh pola hidup sehat secara keseluruhan.
Meskipun buah memiliki banyak manfaat, tidak semua lansia memiliki kebutuhan yang sama. Lansia dengan diabetes, penyakit ginjal, atau kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jenis dan jumlah buah yang sesuai.
Buah sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk utuh dibandingkan jus, karena buah utuh mengandung lebih banyak serat dan memberikan rasa kenyang lebih lama. (lia)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri