Kerentaan Bisa Diperbaiki Kok


Ajak bergerak dan latih kekuatan otot. Inilah langkah dengan bukti paling kuat.

2026-06-30T16:00

Oleh dr. Fatihah Fikriah

GERIATRI.CO.ID - Inti masalah kerentaan (frailty) adalah ini: hal yang tampak sepele bisa memicu kemunduran yang serius. Flu biasa, ganti obat, kurang tidur saat dirawat di rumah sakit, atau bahkan operasi kecil—pada lansia yang renta, peristiwa-peristiwa ini bisa berujung pada jatuh, kebingungan mendadak (delirium), kehilangan kemandirian, perawatan di rumah sakit yang berkepanjangan, hingga kematian.

Itulah sebabnya mengenali frailty sejak awal sangat berharga. Dengan tahu bahwa orang tua kita renta, dokter dan keluarga bisa lebih hati-hati menimbang manfaat dan risiko sebelum memberi obat baru atau merencanakan tindakan—sehingga bahaya bisa dicegah, bukan sekadar diobati setelah terjadi.

Kabar baik: frailty bisa diperbaiki

Frailty bersifat dinamis. Artinya, bisa membaik, bukan hanya memburuk. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendorong agar lansia yang mulai rentan dikenali sejak dini, lalu didukung untuk menjaga dan memulihkan kemampuan tubuhnya. Bukti dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa dengan langkah yang tepat, banyak lansia yang tadinya renta bisa kembali ke kondisi yang lebih bugar—terutama bila masih pada tahap pra-frailty.

Yang Bisa Keluarga Lakukan

Empat langkah nyata di rumah

1. Ajak bergerak dan latih kekuatan otot. Inilah langkah dengan bukti paling kuat. Latihan menahan beban ringan, bangkit-duduk dari kursi, berjalan rutin, dan latihan keseimbangan membantu mencegah sekaligus memperbaiki frailty. Mulai perlahan dan sesuaikan dengan kemampuan beliau.

2. Cukupi protein dan vitamin D. Asupan protein yang memadai (ikan, telur, ayam, tahu, tempe) dan kecukupan vitamin D mendukung kekuatan otot. Kurang gizi membuat tubuh makin cepat renta. Konsultasikan jumlah yang tepat bila ada penyakit ginjal atau pantangan lain.

3. Tinjau obat bersama dokter. Lansia sering minum banyak obat sekaligus (polifarmasi), yang menaikkan risiko jatuh dan efek samping. Bawa semua obat dan suplemen saat kontrol agar dokter bisa menyederhanakan dan menyesuaikannya.

4. Minta pemeriksaan menyeluruh sejak dini. Bila tampak tanda-tanda frailty, mintalah pemeriksaan geriatri menyeluruh. Pedoman internasional menyarankan penapisan pada lansia, dilanjutkan penilaian lengkap untuk menyusun rencana perawatan yang dipersonalisasi.

Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Tanda untuk segera memeriksakan orang tua:

  • Penurunan berat badan yang jelas dalam beberapa bulan terakhir.
  • Pernah jatuh, atau makin sering hampir terjatuh.
  • Tiba-tiba bingung atau berubah perilaku saat sakit ringan.
  • Makin sulit melakukan aktivitas yang dulu mudah (mandi, berpakaian).
  • Minum banyak jenis obat dan belum pernah ditinjau ulang.

Penutup

Mengenali frailty bukan untuk menempelkan label “sudah renta” pada orang tua kita, melainkan untuk melindungi mereka, agar setiap keputusan kesehatan diambil dengan lebih bijak, dan agar masa tua mereka tetap senyaman dan semandiri mungkin. 

Kabar baiknya jelas: dengan perhatian sejak dini, gerak yang cukup, gizi yang baik, dan pendampingan dokter, kondisi renta bisa diperlambat bahkan dibalik. Merawat orang tua dimulai dari memahami apa yang sebenarnya mereka alami.

FRAILTY,kerentaan,lansia sehat,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Telemedicine untuk Lansia: Solusi Praktis atau Justru Bikin Bingung?

Kenapa Mata Lansia Sering Berair?

Libur Sekolah, Momen Emas Mempererat Hubungan Lansia dan Cucu

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026