Pelatih “Senior” di Pinggir Lapangan Piala Dunia 2026


Di Piala Dunia 2026 ada beberapa pelatih yang usianya sudah 70 tahun ke atas, tapi masih dipercaya memimpin tim nasional.

2026-06-28T12:12

GERIATRI.CO.ID - Kalau dengar Piala Dunia, yang kebayang biasanya pemain muda yang lari kencang, duel cepat, dan penuh energi di lapangan. Tapi sebenarnya, ada “otak permainan” di balik semua itu—para pelatih yang justru banyak berasal dari generasi senior.

Menariknya, di Piala Dunia 2026 ada beberapa pelatih yang usianya sudah 70 tahun ke atas, tapi masih dipercaya memimpin tim nasional. Kerennya lagi, mereka bukan sekadar “numpang lewat”, tapi benar-benar jadi sosok penting di balik strategi tim.

Berikut adalah daftar para peracik taktik legendaris berusia 70 tahun lebih, yang siap menakhodai timnya di Piala Dunia 2026:

1. Dick Advocaat (78 Tahun) – Curacao

Menginjak usia 78 tahun, Dick Advocaat resmi mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pelatih tertua yang pernah berpartisipasi sepanjang sejarah Piala Dunia. Pelatih asal Belanda yang dijuluki "The Little General" ini membuktikan bahwa gairahnya terhadap sepak bola sama sekali belum padam, meski ia sudah memulai karier kepelatihannya sejak tahun 1980-an.

Walaupun timnas yang dibawanya ke Piala Dunia 2026, Curacao, baru tersingkir di fase grup, namun Advocaat tetap mencatatkan sejarahnya sebagai orang pertama yang mengantarkan timnas negara tersebut ke sebuah putaran final Piala Dunia. 

2. Miroslav Koubek (74 Tahun) – Republik Ceko

Miroslav Koubek membawa aura kedisiplinan dan pendekatan taktis yang sangat matang ke dalam skuad Ceko. Di usia 74 tahun, Koubek dikenal sebagai sosok bapak sekaligus mentor yang sangat dihormati oleh para pemainnya yang usianya terpaut hingga setengah abad darinya.

Koubek berhasil mematahkan stereotipe bahwa pelatih gaek selalu kaku dengan taktik kuno. Sebaliknya, ia mampu memadukan pakem sepak bola klasik Eropa Timur dengan transisi modern yang dinamis, membuat Ceko menjadi tim yang sangat solid dan sulit ditembus. Sayang, timnya gagal melangkah ke putaran kedua Piala Dunia 2026.

3. Hugo Broos (74 Tahun) – Afrika Selatan

Pria asal Belgia ini bukanlah sosok asing dalam urusan menciptakan keajaiban di turnamen besar. Di usia 74 tahun, Hugo Broos memimpin Afrika Selatan melangkah ke panggung dunia dengan modal ketenangan jiwa dan ketajaman insting yang telah ia asah selama puluhan tahun di sepak bola Afrika dan Eropa. Ia baru saja membawa Afsel ke babak 32 besar setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada pertandingan ketiganya.

Broos dikenal dengan pendekatannya yang pragmatis namun sangat efektif. Ia tidak ragu memberikan kepercayaan kepada pemain-pemain muda lokal, membimbing mereka dengan kesabaran seorang kakek sekaligus ketegasan seorang jenderal lapangan.

4. Carlos Queiroz (73 Tahun) – Ghana

Carlos Queiroz adalah definisi nyata dari seorang musafir sepak bola internasional. Mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United ini telah melatih berbagai negara di berbagai benua, dan kini di usia 73 tahun, ia membawa pengalaman mahakaya tersebut untuk menakhodai raksasa Afrika, Ghana.

Queiroz dikenal sebagai master strategi pertahanan dan organisasi tim yang rapi. Kehadirannya di kursi kepelatihan Ghana memberikan rasa aman dan mentalitas bertanding yang sangat dibutuhkan oleh skuad Black Stars yang dihuni banyak talenta muda meledak-ledak.

5. Marcelo Bielsa (70 Tahun) – Uruguay

Dijuluki "El Loco" (Si Gila), Marcelo Bielsa baru saja memasuki kepala tujuh namun intensitas taktiknya tetap menjadi salah satu yang paling dikagumi di dunia. Pelatih asal Argentina ini menakhodai Uruguay dengan filosofi sepak bola menyerang dan pressing ketat yang sangat menguras fisik.

Bielsa mematahkan anggapan bahwa pelatih senior akan bermain aman. Di usianya sekarang, ia tetap setia dengan gaya radikalnya yang menuntut konsentrasi penuh, membuktikan bahwa ketajaman berpikir dan visi visioner seorang lansia justru bisa melahirkan sepak bola yang paling modern dan menghibur.

Selain kelima nama pelatih di atas, 12 orang lain tergolong “lansia” jika mengacu pada usianya yang telah menginjak 60 tahun. Mereka adalah:

  • Ralf Rangnick (Jerman/68 tahun pada 29 Juni mendatang/pelatih Austria)
  • Javier Aguirre (Meksiko/67 tahun)
  • Carlos Ancelotti (Italia/66 tahun,pelatih Brasil)
  • Luiz de la Fuente (Spanyol/64 tahun)
  • Ronald Koeman (Belanda/63 tahun)
  • Steve Clarke (Skotlandia/62 tahun)
  • Rudi Garcia (Prancis/62 tahun/pelatih Belgia) 
  • Amir Ghalenoei (Iran/62 tahun)
  • Graham Arnold (Australia/62 tahun/pelatih Irak)
  • Vladimir Petkovic (Bosnia Herzegovina/62 tahun/pelatih Aljazair) 
  • Nestor Lorenzo (Kolombia/60 tahun)
  • Hossam Hassan (Mesir/60 tahun)


(Foto: Marcelo Bielsa)
 

berita lansia,olahraga,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Nyaman Bergerak: Panduan Tepat Menggunakan Deker Lutut

Lansia Jualan di TikTok dan Instagram: Baik atau Buruk?

Lansia Makin Aktif ke Gym, Apa Saja Latihan yang Aman?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026