
Berita Lansia - Ngobrol atau berkomunikasi dengan orang lansia (lanjut usia) memang gampang-gampang susah. Apalagi lansia yang sudah mengalami masalah kesehatan, tentunya kondisi fisik, emosional, dan sosial juga memengaruhi efektivitas komunikasi yang dijalin.
Perbedaan pemahaman antara lansia dengan orang terdekat atau keluarganya seringkali menimbulkan ketegangan dan ketidaksepakatan.
Karena itu, kita perlu mempelajari komunikasi dua arah agar interaksi satu sama lain lebih efektif.
Nah, berikut ini tips yang bisa kita coba untuk berkomunikasi dengan lansia:
1. Hindari memberi saran, kecuali diminta
Biasanya, orangtua memberi nasihat dan meminta anak untuk mendengarkannya. Tapi sebaliknya, bila saat ini orang tua yang diberi nasihat mungkin takkan berjalan dengan semestinya.
Terkadang sulit bagi beberapa lansia untuk menerima nasihat atau saran dari anaknya.
Karena itu, memberikan saran sebaiknya dihindari kecuali Anda yakin telah diminta. Biasanya lebih baik meminta pihak lain yang posisinya netral yang menjadi pemberi saran. Meski demikian,
Anda dapat memberikan dorongan dan dukungan, tanpa memberikan nasihat.
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
2. Dengarkan apa kata orang tua
Benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan sesepuh Anda. Jangan menyela atau memotong pembicaraan.
Dengarkan terlebih dulu apa yang diucapkan dan disampaikan lansia. Kemudian, setelah itu
Anda bisa mencoba mengutarakan apa yang ingin disampaikan pada orang tua.
3. Terima perbedaan opini
Tak selamanya dalam satu sekeluarga ada satu kesepahaman. Karena itu, hormati pendapat orang lain, dalam hal ini orang tua Anda dan jangan abaikan bila ia tidak setuju dengan Anda.
Dengarkan semua opininya, bila memungkinkan cobalah untuk berkompromi ketika perlu mengambil sebuah keputusan.
4. Bicara dengan suara sedikit lebih nyaring
Beberapa lansia mengalami masalah pendengaran karena fungsi mendengarnya sudah menurun.
Tetap tenang dan berbicara dengan cara yang lembut dan tanpa basa-basi. Berbicaralah lebih nyaring, jika perlu, tetapi hindari berteriak.
Pastikan pengucapannya jelas, hindari bergumam dan berbicara terlalu cepat. Fokus pada satu ide dan gunakan kalimat singkat serta sederhana.
Jika orang yang Anda cintai masih belum memahami apa yang Anda katakan, cobalah untuk mengucapkannya secara berbeda dan menggunakan kata-kata yang berbeda.
5. Hindari merendahkan
Pastikan upaya Anda untuk "meningkatkan volume" dan memperlambat pola bicara tidak dianggap merendahkan.
Bahkan jika orang tua mengalami demensia atau gangguan pendengaran yang ekstrem, hindari berbicara seolah-olah mereka anak-anak.
6. Pastikan suasana yang nyaman/tak berisik
Hindari melakukan percakapan di tengah-tengah suara bising atau berisik seperti kendaraan, televisi atau radio.
Anda dan orang tua menjadi sulit fokus berkomunikasi. Matikan televise atau radio, atau paling tidak kecilkan volumenya. Bicaralah secara berhadap-hadapan sehingga orang tua dapat menangkap ekspresi wajah Anda.
7. Upayakan untuk tertawa
Tertawa benar-benar obat terbaik. Momen-momen lucu sering muncul. Bersikap terbuka, hindari perbincangan terlalu serius. Tertawa bersama dapat meredakan ketegangan dan membangun kedekatan dengan orang yang Anda cintai.***
Hilman/foto : freepik.com
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri