Amankah Minum Kopi Setiap Hari? Ini Penjelasan Profesor Harvard


Berita Lansia - Minum kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari pagi hari hingga larut malam, secangkir kopi sering kali menemani rutinitas harian. 

2024-10-16 22:46:21

Geriatri.id - Minum kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari pagi hari hingga larut malam, secangkir kopi sering kali menemani rutinitas harian. 

Tak hanya rasa pahit yang khas dan aroma menggugah selera, ternyata kopi menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan.

Sebuah penelitian menunjukkan kopi memiliki lebih banyak manfaat kesehatan daripada risiko. Penelitian ini dipimpin Frank Hu, Ketua Departemen Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health. 

Hu mengatakan konsumsi kopi dalam jumlah sedang adalah bagian dari pola makan yang sehat.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

“Bukti secara keseluruhan cukup meyakinkan bahwa kopi lebih menyehatkan daripada berbahaya dalam hal kesehatan,” ujar Hu. 

Menurutnya, meminum kopi 2-5 cangkir sehari dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker hati, endometrium, Parkinson, dan depresi. 

Lebih jauh lagi, ada kemungkinan orang yang rutin mengonsumsi kopi dapat mengurangi risiko kematian dini.

Mengapa kopi bermanfaat?

Kopi kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif lainnya yang diketahui dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Hal ini berperan penting dalam mengurangi risiko berbagai penyakit kronis. 

Antioksidan dalam kopi, seperti polifenol, membantu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif.

Selain itu, kafein dalam kopi memiliki efek stimulan yang dapat meningkatkan fungsi otak, suasana hati, dan kinerja fisik dalam jangka pendek. 

Inilah mengapa banyak orang merasa lebih segar dan bersemangat setelah meminum secangkir kopi di pagi hari.

Namun, Hu juga memperingatkan agar konsumsi kafein tidak berlebihan, terutama bagi kelompok tertentu. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Remaja dan anak-anak misalnya, perlu berhati-hati terhadap asupan kafein yang berlebihan karena dampaknya dapat berbeda dibandingkan orang dewasa. 

Terlebih, mencampur kafein dengan alkohol atau obat-obatan tertentu juga dapat membawa risiko serius.***

*Ilustrasi - Minum kopi setiap hari.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Orangtua Ingin Tinggal Bareng, Siapkan Segalanya

Biar Tetap Fit, Jaga Kesehatan, Opa Oma

Yuk, Ikuti Pelatihan Caregiver Khusus Haji 2026 di Geriatri

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026