Rumah Ramah Lansia: Hal Sederhana yang Sering Terlupakan


Kamar mandi termasuk tempat yang paling sering menyebabkan kecelakaan pada lansia karena lantainya licin dan sempit.

2026-05-30T08:42

Geriatri - Banyak orang berpikir rumah menjadi tempat paling aman bagi lansia. Padahal, berbagai sudut rumah yang terlihat biasa saja justru dapat menjadi penyebab cedera serius pada usia lanjut. Lantai licin, pencahayaan redup sering kali menjadi faktor yang meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

Menurut World Health Organization, jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera pada lansia di seluruh dunia. Risiko ini meningkat karena adanya penurunan keseimbangan tubuh, kekuatan otot, dan penglihatan seiring bertambahnya usia. Karena itu, menciptakan rumah yang ramah lansia menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan dan kualitas hidup mereka.

Apa saja yang perlu diperhatikan agar rumah menjadi aman bagi lansia?

1. Pencahayaan yang Baik

Salah satu hal sederhana yang sering terlupakan adalah pencahayaan rumah. Banyak lansia mengalami penurunan kemampuan melihat, terutama pada malam hari atau di ruangan yang kurang terang.

Menurut National Institute on Aging, pencahayaan yang baik dapat membantu mengurangi risiko jatuh pada lansia.

Area yang perlu mendapatkan pencahayaan cukup antara lain:

  • Tangga
  • Lorong rumah
  • Kamar mandi
  • Area menuju dapur
  • Samping tempat tidur

2. Hindari Lantai Licin

Keramik licin atau lantai basah menjadi penyebab jatuh yang sangat sering terjadi pada lansia. Bahkan karpet kecil yang mudah bergeser dapat meningkatkan risiko tersandung.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan agar rumah lansia dibuat lebih aman dengan mengurangi hambatan di lantai dan menggunakan alas anti-slip.

3. Pegangan di Area Kamar Mandi

Kamar mandi termasuk tempat yang paling sering menyebabkan kecelakaan pada lansia karena lantainya licin dan sempit. Menurut AARP HomeFit Guide, pemasangan pegangan tangan di dekat toilet dan area mandi dapat membantu lansia menjaga keseimbangan.

Rumah ramah lansia tidak selalu membutuhkan renovasi besar atau biaya mahal. Justru, perubahan kecil yang sering terlupakan dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan dan kualitas hidup lansia di usia senja.

rumah ramah lansia,rumah lansia,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Pemerintah Dorong “Care Economy” untuk Lansia

Ketika Lansia Diajak Jalan-Jalan di HLUN 2026

Industri Robot Lansia di China Kian Melaju

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026