
Geriatri - Pemerintah mulai memperkuat konsep care economy atau ekonomi perawatan sebagai langkah menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia. Pendekatan ini dinilai penting karena Indonesia kini memasuki era aging population, yakni kondisi ketika jumlah penduduk lanjut usia terus bertambah dan membutuhkan dukungan sosial serta layanan kesehatan yang lebih besar.
Dilansir dari portal berita ANTARA, Pelaksana Tugas Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan Kemendukbangga/BKKBN, Elsa Pongtuluran, mengatakan sistem perawatan lansia ke depan tidak hanya bergantung pada panti jompo, tetapi lebih menekankan penguatan keluarga dan komunitas sekitar.
“Pendekatan yang dibangun bukan berfokus pada panti jompo, melainkan penguatan peran keluarga, kader, dan komunitas dalam mendampingi lansia,” ujar Elsa seperti dikutip ANTARA.
Pendampingan tersebut terutama diberikan kepada lansia yang memiliki keterbatasan aktivitas harian atau membutuhkan perawatan jangka panjang di rumah.
Kemendukbangga mulai melatih keluarga dan caregiver melalui program pendampingan perawatan jangka panjang (long term care) agar mampu merawat lansia dencare ecgan benar dan aman.
Program long term care yang dijalankan pemerintah mencakup pelatihan dasar seperti membantu lansia berpindah ke kursi roda, memandikan lansia di tempat tidur, hingga menjaga keselamatan pendamping agar tidak mengalami cedera saat merawat.
Langkah ini dilakukan karena jumlah lansia Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi lansia Indonesia telah mencapai 11,97 persen dari total penduduk. Bahkan, sebanyak 23 provinsi sudah masuk fase populasi menua dengan persentase lansia di atas 10 persen.
Pemerintah juga menyoroti tingginya jumlah lansia yang tinggal sendiri. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu kesepian, depresi, hingga masalah kesehatan mental lain pada lansia.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah mengembangkan Program Lansia Berdaya (Sidaya) melalui Sekolah Lansia yang tersebar di berbagai daerah. Program ini tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial agar lansia tetap aktif, produktif, dan merasa dihargai. Saat ini terdapat lebih dari 3.000 Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain Kemendukbangga, Kementerian Kesehatan juga memperkuat layanan kesehatan lansia berbasis komunitas melalui puskesmas ramah lansia, deteksi dini penyakit kronis, serta layanan kesehatan primer yang lebih terintegrasi.
Konsep care economy dinilai menjadi salah satu solusi penting menghadapi tantangan populasi menua di Indonesia. Lansia tidak lagi dipandang hanya sebagai kelompok penerima bantuan, tetapi juga tetap memiliki potensi untuk aktif, mandiri, dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri