Obat-obatan untuk Penyakit Jantung pada Lansia: Efek Samping dan Pengelolaannya


Berita Lansia - Meskipun obat-obatan ini efektif dalam mengontrol gejala dan memperpanjang hidup, namun ada risiko efek samping.

2024-09-24 22:30:56

Geriatri.id - Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, terutama pada lansia. Seiring bertambahnya usia, risiko terkena penyakit jantung meningkat, dan pengelolaannya sering kali melibatkan penggunaan obat-obatan. 

Meskipun obat-obatan ini efektif dalam mengontrol gejala dan memperpanjang hidup, namun ada risiko efek samping, yang bisa lebih parah pada lansia karena perubahan metabolisme dan adanya penyakit penyerta.

Ada beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengobati penyakit jantung pada lansia:

1. Beta-blocker: Digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah serangan jantung.

Baca juga: Apakah 'Brown Sugar' Aman untuk Penderita Diabetes?

2. ACE inhibitors (Penghambat Enzim Pengubah Angiotensin): Membantu merelaksasi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

3. Statin: Digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol.

4. Diuretik: Membantu tubuh membuang kelebihan garam dan air, mengurangi beban kerja jantung.

5. Antikoagulan (Pengencer Darah): Mencegah pembekuan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.


Efek Samping Umum pada Lansia

Obat-obatan jantung sering kali aman dan efektif, namun pada lansia, efek samping bisa lebih sering terjadi atau lebih parah. 
Berikut beberapa efek samping yang umum terjadi usai mengonsumsi obat sakit jantung di antaranya:

1. Pusing dan Pingsan

Beta-blocker dan obat tekanan darah lainnya dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah, menyebabkan pusing atau bahkan pingsan. Lansia yang rentan terhadap jatuh harus berhati-hati dengan efek ini.

"Lansia lebih mungkin mengalami hipotensi postural atau penurunan tekanan darah saat berdiri, yang dapat menyebabkan pusing dan jatuh," kata Dr. John Smith, ahli kardiologi dari Cleveland Clinic.

Baca juga: 4 Ide Aktvitas untuk Pensiuanan Agar Tetap Produktif dan Menyenangkan

2. Kelelahan dan Kelemahan Otot

Statin, yang digunakan untuk menurunkan kolesterol, bisa menyebabkan nyeri otot, kelemahan, atau bahkan kondisi yang lebih serius seperti rhabdomyolysis, terutama pada lansia dengan fungsi ginjal yang menurun.

3. Masalah Ginjal dan Elektrolit

Diuretik, terutama pada dosis tinggi, dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti kadar kalium yang rendah, yang dapat memengaruhi fungsi jantung dan menyebabkan kelemahan, kelelahan, atau masalah serius lainnya.

4. Perdarahan

Antikoagulan seperti warfarin atau aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama pada lansia yang sudah rentan terhadap luka atau memiliki kondisi kesehatan lain seperti ulkus lambung.

"Penggunaan antikoagulan pada lansia memerlukan pemantauan ketat karena risiko perdarahan yang lebih tinggi," jelas Dr. Jane Parker, seorang spesialis geriatri dari Mayo Clinic. 

"Pasien harus sering menjalani tes darah untuk memastikan bahwa dosisnya tepat," sambungnya.


Pengelolaan Efek Samping

Untuk mengurangi risiko dan mengelola efek samping obat jantung pada lansia, beberapa langkah bisa diambil:

Pemantauan Rutin

Lansia yang menggunakan obat-obatan jantung harus sering melakukan pemeriksaan tekanan darah, elektrolit, dan fungsi ginjal. Hal ini penting untuk mendeteksi perubahan yang mungkin terjadi akibat efek samping obat.

Penggunaan Dosis Rendah

Dosis obat untuk lansia sering kali perlu dikurangi karena perubahan metabolisme dan fungsi organ yang berkaitan dengan penuaan. Penyesuaian dosis dapat membantu mengurangi efek samping.

Konsultasi dengan Dokter secara Teratur

Lansia harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat. Penghentian mendadak pada beberapa obat, seperti beta-blocker, bisa berbahaya dan menyebabkan gejala yang lebih parah.

Gaya Hidup Sehat

Selain mengonsumsi obat, perubahan gaya hidup seperti diet rendah garam, olahraga ringan, dan manajemen stres dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi kebutuhan akan obat-obatan dalam dosis tinggi.

Obat-obatan untuk penyakit jantung sangat penting bagi lansia, namun penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan usia mereka. 

Lansia sering kali lebih rentan terhadap efek samping, sehingga pengawasan dan pemantauan yang ketat sangat penting. Dengan konsultasi yang tepat dan gaya hidup yang sehat, efek samping obat dapat dikelola dengan baik, memungkinkan pasien untuk tetap hidup dengan kualitas yang baik.

"Penting bagi lansia untuk memahami bahwa mereka perlu lebih berhati-hati dengan obat-obatan jantung dan bekerja sama dengan dokter mereka untuk menemukan pengobatan yang paling sesuai," tegas Dr. Emily Roberts, seorang ahli geriatri dari New York University Langone Health.***

*Foto: Ilustrasi obat-obatan untuk sakit jantung. (Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Industri Robot Lansia di China Kian Melaju

Memahami Hipertensi (11): Fakta Medis Rokok yang Perlu Diketahui

Layanan Home Care di Hari Lanjut Usia Nasional 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026