
Geriatri - Industri robot untuk perawatan lansia di China diperkirakan akan menembus angka 10 miliar yuan (sekitar Rp 26 triliun) pada tahun 2026. Seiring berkembangnya pasar, sektor ini juga mulai beralih dari tahap pengujian teknologi menuju penggunaan secara luas. Hal tersebut disampaikan dalam laporan yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).
Menurut MIIT, pesatnya pertumbuhan industri ini dipicu oleh meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, serta ketidakseimbangan antara kebutuhan layanan perawatan dan ketersediaannya.
Liu Wenqiang, Wakil Presiden China Center for Information Industry Development, menyebut bahwa percepatan penuaan populasi membuat kekurangan tenaga perawat menjadi persoalan jangka panjang. Di sisi lain, kebutuhan lansia terhadap teknologi pintar juga semakin mendesak. Ia menilai robot perawatan lansia hadir sebagai solusi inovatif untuk berbagai persoalan tersebut, dengan potensi pasar yang sangat besar ke depan.
Seiring perkembangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, industri ini kini telah memiliki ekosistem yang cukup lengkap. Mulai dari penelitian dan pengembangan komponen inti, proses manufaktur, hingga integrasi sistem dan layanan operasional, semuanya sudah terbentuk dalam satu rantai industri yang utuh. Demikian dilansir dari bastillepost.com, Rabu (27/5/2026)
Kemajuan juga terlihat pada teknologi interaksi manusia dan robot, seperti kemampuan persepsi multimodal, algoritma kecerdasan buatan, serta sistem kendali gerak berpresisi tinggi. Produk dalam negeri bahkan telah mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam fitur-fitur penting seperti deteksi jatuh, pemantauan jarak jauh, dan terapi rehabilitasi.
Fungsi robot ini kini tidak lagi terbatas pada tugas sederhana seperti membersihkan atau mengantarkan makanan. Mereka telah berkembang menjadi asisten yang mampu membantu aktivitas sehari-hari, memantau kondisi kesehatan, memberikan dukungan emosional, mendampingi proses rehabilitasi, hingga membantu mobilitas lansia. Dengan demikian, robot ini dapat memenuhi kebutuhan lansia dengan berbagai kondisi kesehatan.
Liu juga menekankan bahwa pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama dalam hal teknologi, penerapan di berbagai situasi, standar, serta aspek keamanan. Ia menambahkan pentingnya mengintegrasikan inovasi terbaru—seperti model AI skala besar, material baru, serta sistem interaksi yang aman—ke dalam robot perawatan lansia, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan nyata para lansia.
Dalam hal pasar, lembaga perawatan profesional diperkirakan tetap menjadi pengguna terbesar, dengan porsi sekitar 50 persen. Sementara layanan berbasis komunitas menyumbang sekitar 30 persen.
Adapun perawatan lansia di rumah masih memiliki porsi paling kecil, sekitar 20 persen, namun menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat.
Secara keseluruhan, industri robot perawatan lansia tumbuh rata-rata 32 persen setiap tahun. Sementara itu, pasar robot pendamping mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sekitar 42 persen per tahun.
Pada tahun 2025, jumlah penduduk China berusia 60 tahun ke atas mencapai 323,38 juta orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 130 juta lansia hidup sendiri atau tanpa tinggal bersama anak-anak mereka.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri