
Geriatri.id - Lansia sering kali menjadi target utama kriminalitas bagi para penipu karena berbagai alasan, termasuk kepercayaan yang tinggi dan kurangnya pemahaman akan teknologi.
Seperti kasus yang terjadi baru-baru ini, Polsek Kelapa Gading mengungkap sindikat hipnotis atau gendam yang mengincar korban lansia untuk dikuras uang hingga barang berharga targetnya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan menerapkan langkah-langkah pencegahan berikut ini agar lansia tidak menjadi korban penipuan seperti dilansir dari ncoa.org:
1. Jangan Terburu-buru dalam Mengambil Keputusan
Penipu sering menggunakan taktik tekanan tinggi untuk memaksa korban mengambil keputusan dengan cepat. Mereka bisa mengklaim bahwa Anda harus segera memberikan informasi atau uang untuk mendapatkan "kesempatan" tertentu.
Baca juga: Waspada, Kolesterol Tinggi Bisa Berdampak Serius pada Kesehatan Jantung
Selalu luangkan waktu untuk berpikir, lakukan penelitian, dan konsultasikan dengan orang yang Anda percayai sebelum mengambil tindakan.
2. Jaga Kerahasiaan Informasi Pribadi
Informasi pribadi seperti nomor rekening bank, nomor Jaminan Sosial, atau detail kartu kredit harus selalu dijaga dengan ketat.
Hindari memberikan informasi ini kepada pihak yang tidak dikenal, terutama melalui telepon atau email. Scammers sering kali menggunakan taktik untuk mendapatkan informasi ini untuk tujuan penipuan.
3. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
Pastikan untuk menggunakan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun online. Kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan simbol akan membuat password lebih sulit untuk ditebak.
Selain itu, perbarui password secara berkala untuk menambah lapisan keamanan.
4. Periksa Identitas Penelepon
Jika Anda menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku dari instansi pemerintah atau perusahaan tertentu, selalu verifikasi identitas mereka sebelum memberikan informasi apapun.
Anda bisa menutup telepon dan menghubungi kembali melalui nomor resmi yang tertera di situs web atau dokumen resmi instansi tersebut.
5. Pantau Rekening Keuangan secara Berkala
Lansia harus rutin memantau rekening bank dan kartu kredit mereka untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Laporan keuangan yang diperiksa secara teratur bisa membantu mendeteksi penipuan lebih dini sehingga langkah pencegahan bisa segera diambil.
Baca juga: Mengenal Paus Fransiskus, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia
6. Laporkan Aktivitas Mencurigakan
Jika mencurigai adanya upaya penipuan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau lembaga terkait. Tindakan cepat ini bisa mencegah kerugian lebih lanjut dan membantu melindungi orang lain dari penipuan serupa.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, lansia dapat lebih aman dan terlindungi dari berbagai modus penipuan yang semakin canggih.
Mari kita tetap waspada dan selalu mendampingi orang tua atau lansia di sekitar kita dalam mengelola keamanan informasi dan keuangan mereka.***
*Foto: Ilustrasi penipuan terhadap lansia. (Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri