Hobi Ini Bikin Orang Jepang Sehat dan Berumur Panjang


Berita Lansia - Penduduk Pulau Okinawa di Jepang terkenal memiliki umur panjang. Salah satu rahasia umur panjang penduduk Okinawa adalah hobi berkebun sampai usia tua. 

2024-05-02 12:07:54

Geriatri.id - Penduduk Pulau Okinawa di Jepang terkenal memiliki umur panjang. Salah satu rahasia umur panjang penduduk Okinawa adalah hobi berkebun sampai usia tua. 

Di Okinawa, tidak terlalu sulit untuk menemukan centenarian, seseorang yang telah hidup atau diyakini berumur 100 tahun.

Tak mengherankan karena Okinawa termasuk wilayah Zona Biru (blue zone) yang penduduknya terkenal panjang umur dan hidup hingga berusia lebih dari 100 tahun. 

Selain Okinawa, wilayah zona biru lainnya adalah Ikaria (Yunani), Wilayah Ogliastra (Sardinia/Italia), Loma Linda (California/Amerika Serikat), Semenanjung Nicoya (Kosta Rika) dan Singapura yang baru saja dinobatkan sebagai zona biru buatan.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Peneliti Dan Buettner dalam kunjungannya ke Okinawa menemukan orang berumur panjang yang menjadi partisipan dalam penelitiannya memiliki kesamaan hobi berkebun sampai usia senja.

Hobi berkebun berkontribusi membuat penduduk Okinawa menjadi lebih sehat dan lebih bahagia.

Dua faktor itu yang akhirnya membuat mereka berumur panjang.

Buettner meyakini hubungan berkebun dengan umur panjang bukan kebetulan semata.

Dia mengacu pada sejumlah penelitian yang membuktikan berkebun dapat meningkatkan kesejahteraan dan umur panjang. 


Setidaknya ada empat alasan mengapa berkebun bisa meningkatkan angka harapan hidup seseorang: 

1. Mendekatkan dengan alam

Aktivitas berkebun mendekatkan orang dengan alam.

Sinar matahari, udara segar dan tanaman bermanfaat bagi kesehatan. 

Seorang dokter di Skotlandia memberikan saran kepada pasien untuk terapi tekanan darah tinggi dan gangguan kecemasan dengan cara berbeda.

Dia menyarankan aktivitas jalan-jalan di alam. 

Selain itu, dia juga mendorong pasien berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Misalnya, mengamati burung atau mengumpulkan ranting.

Pada 1984, peneliti lingkungan Roger Ulrich menemukan bahwa alam bersifat restoratif atau menyembuhkan.

Dia menemukan pasien yang kantung empedunya diangkat pulih lebih cepat jika kamar rumah sakit menghadap ke alam bukan tembok. 

2. Bagian dari olahraga

Sama dengan olahraga, berkebun membutuhkan aktivitas fisik.

Bekerja di kebun juga membakar kalori sama seperti aktivitas di gym. 

"Berkebun melatih ketangkasan dan kekuatan, dan latihan itu membakar jumlah kalori yang sama seperti di gym," ujar peneliti di Royal College of Physicians London, Richard Thompson.

Menggali tanah atau memangkas semak bisa menjadi latihan ringan untuk tubuh.

3. Meredakan stres


Bekebun bisa menenangkan pikiran dan meredakan stress.

Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan berkebun membantu meredakan stres. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Penelitian ini melibatkan 30 orang yang diberikan hingga mereka stres.

Setelah itu, mereka diminta membaca atau berkebun selama 30 menit.

Hasilnya, mereka yang berkebun jauh lebih cepat pulih dari stres. Ini berdasarkan hasil tes yang mengukur tingkat kortisol "bahan kimia stres" dalam tubuh.

4. Hasil kebun lebih sehat

Manfaat berkebun lainnya adalah mengonsumsi produk lebih sehat dan segar dari kebun sendiri.

Namun, manfaat ini hanya berlaku bagi mereka yang menanam tanaman buah dan sayuran.***  

*Ilustrasi - Lansia melakukan aktivitas berkebun.(Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Saat Pelayanan Haji Berubah Menjadi Bakti Anak Kepada Orang Tua

Anggaran Terbatas, Bantuan Lansia dan Disabilitas Terancam Tak Terakomodasi

Menua Sehat dan Bermartabat, Upaya Kemenkes untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026