Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran Diperkirakan Akhir Juni


Kasus penularan virus corona diperkirakan mencapai puncaknya pada 5-7 pekan usai libur Lebaran 12-13 Mei 2021.

2021-06-01 06:13:26

Geriatri.id--Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan kenaikan kasus COVID-19 pasca-Lebaran 2021 masih akan terjadi beberapa waktu ke depan hingga puncaknya pada akhir Juni 2021. Untuk itu Menkes, meminta seluruh daerah tetap menjalankan prokes dan menggencarkan vaksinasi.

Kasus penularan virus corona diperkirakan mencapai puncaknya pada 5-7 pekan usai libur Lebaran 12-13 Mei 2021. “Berdasarkan pengalaman empiris kita di setiap libur panjang sebelumnya, libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri dan libur panjang lainnya tahun lalu, biasanya kenaikan itu akan sampai puncaknya sekitar 5-7 minggu,” kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/5/2021).

Menurut Menkes, adanya lonjakan kasus Covid-19 akibat pelanggaran mudik mulai dirasakan di berbagai daerah. Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Kudus dan Sumatera Selatan, di mana yang masuk rumah sakit dan wafat itu lansia. “Kalau bisa memprioritaskan lansia, bisa berkurang yang masuk rumah sakit dan wafat,” kata Budi.

Budi Gunadi Sadikin meminta kepada kepala daerah untuk mempercepat proses vaksinasi. Diharapkan vaksinasi akan mencapai 500-650 ribu suntikan/hari.

Menkes berharap daerah lain bisa mengikuti daerah seperti Jakarta, Bali dan Jogja, yang vaksinasi lansianya tinggi. Sehingga, kalaupun lansia terkena diharapkan gejalanya ringan dan kalaupun dirawat bisa segera keluar. “Kalau telat, berat rumah sakit, banyak yang meninggal, dokter dan perawat terbebani,” katanya.

Hingga saat ini, kata Budi, jumlah kasus COVID-19 terus mengalami peningkatan. Jumlah kasus aktif COVID-19 kini sudah kembali melebihi 100.000 kasus, dibanding tren sebelumnya, yakni 90.000 kasus.

“Jadi sudah ada kenaikan walaupun angka ini memang masih jauh di bawah angka puncak yang pernah kita capai di awal tahun yang berkisar di 170.000,” ujar Budi.

Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat untuk berdisiplin mematuhi protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

”Arahan Bapak Presiden adalah dipastikan seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3M dengan baik,” ujar Budi.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat hingga 31 Mei 2021, jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia mencapai 102.006 kasus, dengan 56.125 kasus suspek COVID-19.

Sejak kasus pertama ditemukan, total sudah ada 1.821.703 kasus terkonfirmasi COVID-19, dengan 1.669.119 kasus pasien COVID-19 sembuh dan 50.578 kasus pasien COVID-19 meninggal.

Sementara Juru Bicara Pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro memaparkan vaksinasi tahap ketiga yang menyasar masyrakat rentan. Di antaranya adalah mereka yang tinggal di pemukiman padat serta segera perlu dilindungi keluarga pra sejahtera, disabilitas dan ODGJ. 

Pemerintah melalui Kemenkes RI telah mengeluarkan surat untuk Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Surat tersebut berisi pemberitahuan mengenai perluasan sasaran pemberian vaksin Covid-19. Di mana pemberian diperluas untuk kelompok umur pra lansia, yaitu penduduk berusia 50 tahun ke atas. “Kelompok pra lansia, masuk kategori rentan, perlu dilindungi dari resiko tertular terkena Covid-19,” ujar Reisa (Dewi retno untuk Geriatri.id)

Menteri Kesehatan,Budi Gunadi Sadikin,Lansia,Vaksinasi,Covid-19,Reisa Broto Asmoro

ARTIKEL LAINNYA

Yuk, Amati Lansia yang Tinggal Sendirian

Begini Cara Aman untuk Cegah Flu

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026