Jaga dan Sayangi Lansia dengan Vaksinasi


Berita Lansia - “Daya tahan tubuh lansia lebih rendah dibandingkan dewasa muda, maka wajar jika terinfeksi, mereka lebih berat menghadapinya,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane.

2021-05-30 18:21:53

Geriatri.id--Pandemi Covid-19 masih jauh dari kata usai, terutama di Indonesia. Sampai dengan Jumat 28/05/2021, angka kasus kematian karena Covid-19 di Indonesia tembus 50.100 jiwa. Meski demikian pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif di masyarakat, salah satunya dengan cara vaksinasi.

Sampai dengan saat ini, pemerintah gencar melakukan vaksinasi Covid-19 untuk petugas pelayanan publik dan lansia.  Lansia merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi jika terkena COVID-19. “Daya tahan tubuh lansia lebih rendah dibandingkan dewasa muda, maka wajar jika terinfeksi, mereka lebih berat menghadapinya,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane.

Salah satu cara melindungi lansia dari Covid-19 adalah dengan vasksinasi. Seperti disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Reni Rondonuwu, saat ini vaksinasi lansia belum sepenuhnya mencapai target. Kendala yang menyebabkan rendahnya cakupan vaksinasi ini adalah kemudahan akses ke lokasi vaksinasi.

Menurutnya, tidak semua sasaran vaksinasi memiliki kondisi sosial maupun ekonomi yang sama. Lokasi yang jauh, sarana transportasi yang sulit dan ketiadaan pendamping juga menjadi penghambat lancarnya vaksinasi. Untuk itu pemerintah daerah diminta untuk lebih mengupayakan terobosan-terobosan yang membantu kelancaran proses vaksinasi ini.  “Saya kira daerah perlu mencontoh DKI Jakarta, yang camat maupun lurah ikut terlibat untuk memobilisasi lansia,” kata Maxi.

Selain kendala akses, kendala lain adalah keraguan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Banyaknya kabar beredar, menyebabkan anggota keluarga lansia ini khawatir untuk membawa orang tua mereka vaksin. Alasannya, karena takut akan efek samping, keamanan dan efektivitas vaksin.

Terkait efek samping, Ketua ITAGI Profesor Dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, dr., SpA(K), menekankan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir bahkan ketakutan. Karena, berdasarkan data sampai saat ini, kelompok lansia justru memiliki Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sangat rendah. Gejala yang dialami pasca penyuntikan sifatnya ringan dan mudah diatasi,.

Dengan fakt ini, anak-anak para lansia ini diimbau untuk tidak perlu khawatir membawa orangtuanya untuk ikut vaksin. Menurutnya, dapat dilihat, manfaat vaksinasi jauh lebih besar dibandingkan risikonya. “Efek samping vaksin cukup ringan, tidak ada yang masuk RS atau sampai meninggal. KIPI pada lansia ini justru sangat sangat sedikit dibandingkan yang dewasa/muda,” ujar Profesor Sri Rezeki.

Sementara menurut Ketua Komnas PP KIPI Profesor Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), M. TropPaed, kesadaran lansia tentang program vaksinasi ini sebenarnya cukup baik. Mereka sadar menajadi bagian dalam kelompok rentan dan perlu vaksinasi. Namun sayangnya terkadang justru dari keluarga yang tidak mengizinkan lansia untuk divaksinasi. 

Akibat informasi yang kutang tepat yang diterima oleh keluarga, akhirnya lansia tidak divaksinasi. Bahkan ada juga pihak yang tidak berwenang terkait imunisasi atau vaksinasi ikut memberikan informasi yang salah. Menurutnya vaksin yang saat ini digunakan untuk program vaksinasi Covid-19, amakn bagi masyarakat.

Pihak Komnas KIPI sendiri juga terus memantau dan mengkaji setiap kejadian-kejadian yang dilaporkan. Mereka juga akan merekomendasikan apakah vaksin itu aman atau tidak bagi masyarakat. Pantauan dan kajian ini dilakukan setiap hari selama program vaksinasi berlangsung. "Kalau ada perubahan kita buat rekomendasi baru," katanya. (Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay)

Lansia,Vaksinasi,Covid-19,Masdalina Pane

ARTIKEL LAINNYA

Yuk, Amati Lansia yang Tinggal Sendirian

Begini Cara Aman untuk Cegah Flu

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026