Ahli Sarankan Intensifkan Program Vaksinasi Lansia


Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo mengingatkan perlunya digencarkan vaksinasi Covid-19 bagi lansia, guna mempercepat target kekebalan kelompok.

2021-05-30 05:50:30

Geriatri.id--Pemerintah telah menjalankan program vaksinasi nasional sejak Januari 2021. Upaya ini merupakan salah satu langkah memulihkan kesehatan masyarakat Indonesia. Sasaran utama vaksinasi adalah kelompok rentan dalam hal ini lansia.

Masing-masing daerah di Indonesia sudah memulai gebyar vaksinasi lansia mulai dari 17-29 Mei 2021. Langkah ini dinilai sebagai upaya dari mengejar target untuk terbentuknya kekebalan kelompok.

Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo mengingatkan perlunya digencarkan vaksinasi Covid-19 bagi lansia, guna mempercepat target kekebalan kelompok.

​​​​​​"Intensifkan program vaksinasi lansia, hal ini sesuai rekomendasi WHO bahwa prioritas vaksinasi setelah tenaga kesehatan adalah kelompok lansia," kata Yudhi seperti dilansir Antaranews, 28/05/2021 .

Menurutnya untuk mempercepat program vaksinasi bagi lansia ini, pemerintah perlu bekerjasama dengan segala sektor. Salah satu diantaranya adalah dengan memanfaatkan program Posyandu Lansia, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Pos Binaan terpadu (Posbindu). “Sosialisasi secara masif harus terus, agar masyarakat makin paham arti penting vaksinasi," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, yang meminta masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk divaksinasi. Menurutnya jika masyarakat sudah berkesempatan untuk divaksinasi, maka baiknya memanfaatkan kesempatan tersebut. “Jangan ditunda dan jangan ragu karena berita yang belum pasti kebenarannya,” ujarnya.

Reisa mengingatkan juga vaksinasi merupakan salah satu langkah untuk segera keluar dari pandemi Covid-19. Karena dengan vaksinasi, maka kekebalan kelompok yang menjadi tujuan dari program vaksinasi bisa segera tercapai. Selain itu protokol kesehatan juga harus terus dilakukan demi melindungi diri dan orang-orang yang belum mendapatkan vaksin.

Sementara dari kacamata ekonomi kesehatan, vaksinasi adalah metode pencegahan yang efisien. Menurut Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr. PH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, dengan biaya vaksin yang tidak terlalu mahal bisa mencegarh diri dari penularan penyakit.

“Dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan apabila terkena COVID-19 yang rata-rata perawatannya memerlukan 9-10 hari, biaya vaksinasi lebih efisien,” katanya. (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

Lansia,Vaksinasi,Merawat Lansia,Yudhi Wibowo ,Reisa Broto Asmoro

ARTIKEL LAINNYA

Yuk, Amati Lansia yang Tinggal Sendirian

Begini Cara Aman untuk Cegah Flu

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026