
Geriatri.id - Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Penyebab pneumonia adalah virus, jamur dan bakteri pneumococcus.
Pneumonia bisa menyerang dari bayi sampai dengan lansia. Bahkan pada anak-anak, pneumonia dikatakan sebagai penyebab kematian nomor 1 dengan jumlah kematian 1 juta anak/tahun.
Mengapa demikian? Karena anak-anak daya tahan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Begitu juga dengan orang tua atau lansia yang kerja tubuhnya tidak lagi sama dengan dulu dan mengalami penurunan akibat proses penuaan.
Dalam webinar bertema Orang Dewasa+Lansia Juga Perlu Imunisasi Lho, Mengenal Bahaya Pneumonia, hadir sebagai pembicara dr. Agustinus Hamonangan Winston Purba M. Ked (ORL-HNS), Sp THT KL.
Acara ini digelar Geriatri.id bersama Pfizer pada Sabtu (24/4/2021). dr. Agus yang juga merupakan influencer kesehatan memaparkan lebih jauh tentang pneumonia.
Di dalam paru-paru terdapat alveolus, yaitu gelembung-gelembung kecil pada paru-paru yang berisi udara.
Melalui dinding-dinding alveolus inilah terjadi pertukaran oksigen dari udara ke dalam darah dan mengeluarkan CO2 yang beracun.
Jika terjadi infeksi pada paru, maka alveolus ini akan berisi cairan dan bengkak. Akibarnya napas menjadi bunyi (pneumonia).
Bahkan kadang nafas yang berbunyi ini tidak terdengar melalui telinga tapi harus menggunakan stetoskop.
Pneumonia ini bisa disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus seperti virus Covid 19.
Gejala pneumonia sendiri bisa berupa demam tinggi, nyeri dada, sesak napas, lelah, dan tidak nafsu makan.
Masalah nafsu makan ini dipengaruhi karena jalan nafas yang terganggu juga mengganggu jalan makan.
Bahkan pada lansia sering ditemukan suhu tubuh normal, tidak demam, tapi suka mengantuk dan tidak perhatian dengan sekitar.
Maka hal ini perlu diperiksakan, karena mengantuk berarti oksigen di otak berkurang dan bisa jadi ada gangguan distribusi oksigen dalam darah.
Penyebaran pneumonia ini bisa melalui udara, cairan, baik cairan ludah, kotoran maupun dahak dari penderita.
Meski demikian pneumonia bisa dicegah dengan cara hidup di daerah yang bebas polusi, menjaga jarak dari orang batuk pilek, dan pakai masker.
Selain hal-hal tersebut, hal yang penting tapi jarang dilakukan adalah melakukan vaksinasi pneumonia.
Untuk lansia disarankan untuk melakukan vaksin pneumonia 1x seumur hidupnya.
Sementara untuk mereka yang di bawah 60 tahun bisa melakukan 2x seumur hidupnya.
Vaksin pneumonia disuntikkan untuk mencegah pneumonia yang terjadi karena infeksi bakteri dan virus.
Namun vaksin pneumonia ini tidak bisa digunakan untuk melawan virus Covid 19 yang bisa menyerang berbagai tempat salah satunya paru.
Akibatnya membuat paru si penderita mengalami seperti pneumonia dan menyebabkan kematian pada lansia.
Vaksin pneumonia hanya mempersiapkan paru-paru agar aman jika terserang Covid 19.
Karena pneumonia ini bisa terjadi karena udara yang penuh polusi, disarankan untuk menanam tanaman yang menghasilkan oksigen paling banyak.
Contoh tanaman yang bisa menghasilkan banyak Oksigen:
- Palm, menarik Co2 dan melepaskan O2, membersihkan lingkungan dan menangkap zat-zat berbahaya.
- Sansevieria atau tanaman ular atau lidah mertua, tanaman ini mampu memproduksi oksigen di malam hari dan membersihkan ruangan.
- Pachira atau tanaman uang, tanaman ini dilaporkan pihak Nasa memiliki kemampuan memfilter udara sangat tinggi.
Meski demikian, yang harus diperhatikan adalah jangan sampai ditelan anak-anak dan hewan peliharaan karena bisa menimbulkan keracunan
- Gerbera Daisy membantu tidur malam yang baik.
- Chinese evergreen (Aglaonema) menghasilkan oksigen tinggi, dan mempurifikasi ruangan dari toksin-toksin dan polusi udara.***(Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri