
Geriatri - Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Namun di balik meningkatnya usia harapan hidup, kondisi kesehatan lansia juga menjadi perhatian penting.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 menunjukkan bahwa 44 dari 100 lansia mengalami keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir. Bahkan, sekitar 21 orang di antaranya mengalami sakit hingga aktivitas sehari-hari terganggu.
Keluhan kesehatan mencakup berbagai gangguan fisik maupun psikis yang dialami lansia selama satu bulan terakhir. Keluhan tersebut bisa berupa demam, batuk, pilek, diare, sakit kepala, penyakit akut, hingga gangguan yang memengaruhi kondisi mental.
Sementara angka kesakitan menggambarkan kondisi ketika keluhan kesehatan tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, berjalan, beribadah, atau melakukan kegiatan rumah tangga.
Kondisi kesehatan lansia sebenarnya sempat membaik dalam beberapa tahun terakhir. Persentase lansia yang mengalami keluhan kesehatan turun dari 51,28% pada 2018, menjadi 41,49% pada 2023.
Namun tren itu berubah sejak 2024. Persentase lansia yang mengalami keluhan kesehatan kembali meningkat menjadi 42,81% dan naik lagi menjadi 44,02% pada 2025.
Hal serupa juga terjadi pada angka kesakitan lansia. Setelah turun hingga 19,72% pada 2023, angkanya kembali meningkat menjadi 21,21% pada 2025.
Peningkatan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan lansia, terutama melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pola hidup sehat, aktivitas fisik yang sesuai, dan dukungan keluarga.
Dengan jumlah lansia yang terus bertambah, menjaga kualitas hidup mereka menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri