
Geriatri.id - Setiap tahun, di minggu keempat bulan April diperingati sebagai Pekan Imunisasi Dunia. Momen tersebut, menjadi sangat krusial diperingati di masa pandemi seperti saat ini. Khususnya dalam memberikan pemahaman bagi lansia bahwa imunasi juga merupakan sesuatu yang sangat penting.
"Penting bagi dokter dan tenaga kesehatan kita untuk menjelaskan kembali manfaat vaksin ini untuk apa sehingga dengan begitu orang tua tidak sekadar menganggap imunisasi sebagai rutinitas semata," kata Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) Prof. Dr. Soedjatmiko, SpA(K).
Prof. Soedjatmiko menegaskan, Pekan Imunisasi Dunia kali ini diharapkan juga menjadi momentum yang tepat untuk mendorong kelompok masyarakat lanjut usia untuk melindungi diri dari Covid-19 dengan cara divaksinasi. "Dari sekitar 21 sampai 22 juta lansia di Indonesia perlu diinformasikan mengenai vaksinasi Covid-19 gratis ini. Pengurus RT/RW, relawan, harus mendatangi rumah-rumah lansia dan menjelaskan manfaat vaksinasi Covid-19 serta dibantu ke lokasi vaksinasi terdekat," ujarnya.
Prof. Soedjatmiko berpesan kepada seluruh masyarakat agar berperan aktif mengingatkan para orang tua bayi, balita, anak-anak, dan remaja, serta mengkomunikasikan manfaat vaksinasi atau imunisasi rutin yang jauh lebih besar daripada isu-isu negatif seputar vaksinasi.
"Sekitar 22 juta anak Indonesia diimunisasi tiap tahun dan tidak ada masalah. Imunisasi itu aman dan bermanfaat. Untuk itu, segera lengkapi imunisasi bagi yang belum lengkap," pesan Prof. Soedjatmiko.
Hal senada juga disampaikan dr. Agustinus Purba, M. Ked (ORL-HNS), Sp.THT-KL, di acara lansia online (LOL) yang digelar oleh Geriatri.id bekerja sama dengan Pfizer. Dalam acara yang disiarkan live via kanal Youtube Geriatri TV dan Laman Facbook Geriatri.id, Sabtu (24/4) itu, dr. Purba mengatakan, lansia sangat perlu diimunisasi karena beberapa alasan.
Pertama, usia bertambah. Kedua, seiring usia bertambah, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Ketiga, menurunnya imunitas sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda.
Nah, di masa pandemi ini, lansia juga termasuk kelompok yang rentan tertular. Gejalanya, selain gejala umum seperti demam, menggigil, batuk berdahak, sesak nafas, nyeri dada, kelelahan dan tidak nafsu makan, ada gejala lain yang khas.
"Pada lansia, suhu tubuh bisa normal, mengantuk, dan tidak perhatian pada sekitar," ujar dr. Agus.
Karenanya melakukan pencegahan menjadi sangat penting. Dr. Agus mengatakan, cara terbaik adalah mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menjauhi kontak dari orang yang batuk.
Pencegahan lain adalah dengan vaksinasi. Sayangnya, banyak lansia yang seringkali takut berdahapan dengan jarum suntik. "Padahal disuntik itu hanya seperti digigit nyamuk, paling hanya lima detik," ujar dr. Agus.
Saat ini, kata dr. Agus, sudah banyak jenis vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia. Umumnya, vaksinasi dilakukan dua kali pemberian dosis.
"Untuk lansia jarak vaksinasinya dari vaksin pertama dan kedua 28 hari, sementara anak muda hanya 14 hari. Kenapa? Karena sistem imunitasnya sudah beda tidak bisa disamakan," jelasnya.
Pada kesempatan terpisah, Juru Bicara Covid-19 untuk Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. mengatakan, lansia termasuk kelompok berisiko tinggi yang apabila tertular virus Covid-19 akan memperburuk kondisi kesehatan mereka. Tingkat kesakitan dan kematian nya juga 50% lebih tinggi bagi lansia yang terkena Covid-19.
"Fatality rate pada golongan usia 50-69 tahun lebih tinggi daripada non-lansia, kalau dulu kita yang dibawa orang tua untuk mendapatkan imunisasi, sekarang saatnya tangan kita membimbing tangan orang tua kita untuk diberikan perlindungan," terang dr. Nadia.
Karenanya, untuk lansia, kita membutuhkan upaya-upaya yang lebih proaktif untuk mengajak, mendaftarkan, dan menjemput mereka agar dapat ikut serta dalam program vaksinasi. Contohnya di Kediri dan Surabaya, lansia dijemput dengan menggunakan becak dan odong-odong untuk mempermudah mobilisasi peserta vaksinasi.
"Di daerah lain seperti DKI Jakarta dan Surabaya juga mendekatkan akses vaksinasi lansia dengan cara lurah bersama RT/RW mendata lansia di wilayahnya lalu menjemput door to door ke pemukiman warga untuk bisa mendapatkan vaksin," tutup dr. Nadia.
(Geriatri.id)
foto: ilustrasi vaksinasi (dok. istimewa)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri