
Geriatri - Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan ibadah haji yang inklusif, khususnya bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan. Implementasi komitmen tersebut terlihat di Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah, di mana Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan berbagai fasilitas dan skema layanan untuk mendukung kenyamanan serta kemandirian jemaah.
Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah, Mohammad Anang Firdaus, menjelaskan bahwa layanan yang disediakan mencakup aspek fisik maupun nonfisik. Penyesuaian fasilitas di hotel menjadi salah satu prioritas, terutama untuk menunjang aktivitas harian jemaah lansia.
Setiap kamar yang ditempati jemaah lansia telah dilengkapi dengan pegangan khusus di area tempat tidur dan kamar mandi. Fasilitas ini dirancang fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan selama beraktivitas.
“Fasilitas handling ini bisa dibuka-tutup dan disesuaikan naik-turunnya. Keberadaan pegangan ini sangat krusial untuk membantu lansia agar bisa beraktivitas,” ujar Anang kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, dikutip dari situs resmi Kementerian Haji dan Umroh RI.
Selain itu, partisipasi jemaah dalam menciptakan lingkungan yang saling peduli juga terus didorong. Jemaah yang dalam kondisi sehat diimbau untuk membantu sesama, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Dari sisi mobilitas, setiap hotel di Sektor 2 diwajibkan menyediakan minimal 10 unit kursi roda. Fasilitas pendukung lainnya berupa jalur landai (ramp) juga disiapkan untuk memastikan aksesibilitas jemaah sejak turun dari kendaraan hingga memasuki area hotel.
Dalam rangka memastikan layanan berjalan optimal, Tim Landis Sektor 2 secara berkala melaksanakan Program Visitasi Hotel. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi jemaah lansia secara menyeluruh, meliputi aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.
Pemenuhan kebutuhan biologis dilakukan melalui penyediaan asupan nutrisi yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan jemaah. Bagi jemaah dengan kebutuhan khusus, seperti konsumsi makanan lunak, disediakan menu yang sesuai.
Di samping itu, dukungan logistik tambahan seperti popok dewasa, alas serap (underpad), dan tisu basah turut disalurkan guna menunjang kenyamanan selama masa tinggal di Makkah.
Pendampingan psikologis juga menjadi bagian dari layanan, antara lain melalui pemberian motivasi serta fasilitasi komunikasi antara jemaah dan keluarga di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kondisi mental dan emosional jemaah.
Dalam aspek sosial, petugas mendorong interaksi antarsesama jemaah untuk mencegah terjadinya isolasi sosial. Sementara dalam aspek spiritual, dipastikan seluruh jemaah lansia tetap dapat melaksanakan rangkaian ibadah wajib, khususnya umrah wajib, dengan aman dan tertib.
Secara keseluruhan, layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah, terutama kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus. (aas)
(Foto: Kamar jemaah haji ramah lansia/Kementerian Haji dan Umrah RI)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri