Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja


Kesehatan mental yang terganggu dapat memicu stres berkepanjangan, gangguan tidur, mudah marah, hingga depresi.

2026-05-18T13:02

Geriatri - Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang berhenti menikmati hidup. Justru di usia senja, banyak orang memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan melakukan hal-hal yang disukai. Namun, lansia juga menghadapi berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kesehatan mental.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), ada beberapa hal yang sering memengaruhi kondisi mental di usia senja, antara lain:

• Rasa kesepian karena tinggal sendiri
• Kehilangan pasangan atau teman sebaya
• Penurunan kondisi kesehatan
• Berkurangnya aktivitas sosial
• Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi
• Merasa tidak lagi produktif

Jika tidak diperhatikan, kondisi tersebut dapat membuat lansia merasa sedih dan kehilangan semangat hidup.

Kesehatan mental yang baik membantu lansia menjalani hidup dengan lebih bahagia, tenang, dan percaya diri. Lansia yang memiliki kondisi mental sehat cenderung lebih aktif, mudah bersosialisasi, serta mampu menghadapi perubahan hidup dengan lebih baik.

Sebaliknya, kesehatan mental yang terganggu dapat memicu stres berkepanjangan, gangguan tidur, mudah marah, hingga depresi. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Terdapat beberapa cara untuk menjaga kesehatan mental di usia lanjut, di antaranya:

1.Tetap Aktif Bersosialisasi

Berinteraksi dengan keluarga, tetangga, atau teman dapat membantu lansia merasa lebih dihargai dan tidak kesepian. Mengikuti kegiatan komunitas juga bisa menjadi pilihan yang baik.

2. Melakukan Aktivitas yang Disukai

Menyalurkan hobi seperti berkebun, memasak, membaca, atau berjalan santai dapat membantu menjaga suasana hati tetap baik.

3. Rutin Berolahraga

Olahraga ringan seperti senam lansia atau jalan pagi tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga membantu mengurangi stres dan membuat pikiran lebih rileks.

4. Menjaga Pola Tidur dan Makan

Tidur yang cukup serta makanan bergizi membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

5. Belajar Hal Baru

Belajar menggunakan teknologi, mencoba resep baru, atau mengikuti kegiatan keterampilan dapat membantu otak tetap aktif.

Dukungan keluarga juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental lansia. Hal sederhana seperti mengajak berbicara, mendengarkan cerita, atau menemani berjalan santai dapat membuat lansia merasa diperhatikan dan dicintai. (lia)

belajar hal baru,rutin berolahraga,pola tidur yang baik,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

Jangan Lupa: Hari Buku Nasional 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026