Hati-Hati, Kurang Tidur di Usia 50-an, Berisiko Tinggi Demensia Saat Lansia


Berita Lansia - Orang berusia 50 tahun ke atas yang mengalami kekurangan tidur, berisiko mengalami demensia

2021-04-21 15:25:06

Geriatri.id - Di bulan Ramadan ini, kegiatan beribadah di malam hari memang cukup meningkat. Selain salat tarawih, mengaji, kita juga harus bangun lebih awal pada dini hari untuk menyiapkan makan sahur.

Nah, dengan seabrek aktivitas tersebut, kerap waktu tidur menjadi berkurang. Pada kondisi ini, kita memang harus sedikit berhati-hati, terlebih jika usia sudah mencapai 50 tahun ke atas.

Pasalnya, sebuah penelitian dari University of Paris mengungkapkan, orang-orang di usia 50 tahun ke atas yang mengalami kekurangan tidur, berisiko mengalami demensia di masa tuanya.

Kesimpulan tersebut didapat dari studi yang dilakukan terhadap hampir 8.000 warga Inggris selama 25 tahun.

Dalam studi yang dirilis di jurnal Nature Communications itu diungkapkan, individu berusia 50 tahun ke atas yang secara konsisten memiliki durasi tidur malam enam jam atau lebih sedikit mengalami peningkatan risiko terhadap demensia di usia tua. Peningkatan risiko demensia ini tercatat sekitar 30 persen.

Durasi tidur yang singkat merupakan faktor tunggal dalam peningkatan risiko ini.

Peningkatan risiko tetap terjadi pada mereka yang memiliki durasi tidur malam singkat, terlepas dari ada atau tidaknya faktor risiko lain yang menyertai seperti masalah jantung, pola makan yang buruk, kesehatan mental yang kurang baik, atau kebiasaan merokok.

Meski studi ini tidak secara langsung membuktikan kurang tidur memicu demensia, namun menurut seorang peneliti, studi ini menambah bukti bahwa kurang tidur secara terus-menerus bisa menjadi faktor penyebab gangguan otak.

"Satu teori untuk memperkuat argumentasi itu adalah bahwa racun dan protein yang menumpuk di otak dikeluarkan saat tidur, saat cairan bening yang disebut cairan serebrospinal bergerak melalui otak.

Jadi ketika kurang tidur, maka akan terjadi penumpukan racun dalam otak," ujar salah seorang peneliti seperti dilansir laman The New Daily, Rabu (21/4).

Penelitian tersebut juga memperkuat studi dalam European Heart Journal yang menyoroti pentingnya tidur.

Studi tersebut mengungkapkan, gangguan tidur yang parah hampir dapat menggandakan risiko wanita meninggal karena penyakit jantung. Risiko pada pria meningkat sekitar seperempat jika mereka secara teratur kurang tidur.***

(Geriatri.id)

foto: ilustrasi demensia (pixabay)

lansia, lansia sehat, merawat lansia, geriatri, demensia

ARTIKEL LAINNYA

AI Lebih ‘Laris' di Kalangan Perempuan Lansia di Jepang

HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia

Pengabdian ala Oma Hedy

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026