
Geriatri - Halo, nama saya dr. Hedy Budy Sampurno, MPH. Mungkin ada yang pernah ingat, saya pernah tampil lho di acara LOL atau Lansia On Line-nya Geriatri pada bulan Juli 2021, tentang serba-serba “isolasi mandiri” di era Covid-19. Alhamdulillah ya, sudah hampir 5 tahun dan alhamdulillah saya masih segar bugar lho ?
Sebagai awal informasi, saya lahir di Surabaya pada 24 April 1952. Perjalanan hidup saya telah berlangsung panjang— penuh cerita, dedikasi, dan makna.
Kini di usia 74 tahun, hidup yang pernah saya jalani bukan hanya tentang karier, tetapi juga tentang pengabdian, keluarga, dan bagaimana menjalani setiap fase kehidupan dengan utuh hingga masa purna bhakti.
Perjalanan pendidikan saya dimulai dari SMAN 4 Jakarta, kemudian berlanjut ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang saya selesaikan pada tahun 1979. Namun bagi saya, belajar tidak pernah berhenti. Dengan beasiswa dari Bank Dunia, saya melanjutkan pendidikan ke Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine di New Orleans, dan meraih gelar Master of Public Health (MPH) pada tahun 1995.
Dalam kehidupan pribadi, saya menjalani peran sebagai istri dan ibu dengan penuh tanggung jawab. Bersama suami saya, Hananto Budi Sampurno, dan ketiga anak kami, kami membangun keluarga dengan nilai kasih sayang, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Selain mengurus rumah tangga, kami berdua juga berusaha menyiapkan anak-anak untuk masa depan mereka - baik dalam karier maupun kehidupan berkeluarga.
Karier saya sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS), yang saat ini dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dimulai dari bawah, sebagai dokter di Puskesmas Kabupaten Sumedang. Dari sana, saya terus berkembang—menjadi Kepala Puskesmas selama 15 tahun, kemudian menjabat sebagai Kepala Seksi Data dan Informasi Kesehatan di Kanwil Depkes Jawa Barat.
Salah satu puncak pengabdian saya adalah ketika dipercaya memimpin Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung dari tahun 2000 hingga 2011. Salah satu hal yang paling saya perjuangkan adalah peningkatan status BP4 Bandung menjadi Balai Besar.
Selain itu, saya juga aktif sebagai Fasilitator Nasional dalam program P2TBC-HIV, baik di dalam maupun luar negeri. Dari semua peran yang saya jalani, berbagi ilmu adalah hal yang paling saya cintai.
Sebagai seorang pemimpin, saya selalu memegang prinsip bahwa jabatan adalah amanah yang sifatnya sementara, oleh sebab itu penting menyiapkan generasi penerus, menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, serta memimpin dengan pendekatan yang manusiawi.
Bagi saya, pemimpin bukanlah “bos”, melainkan bagian dari tim untuk bekerja bersama. Saya juga percaya bahwa lingkungan kerja yang hangat, penuh kekeluargaan, adalah kunci dalam membangun kebersamaan dengan staf, yang secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja.
Memasuki masa purna bhakti, saya tidak berhenti berkarya. Saya mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, menjaga silaturahmi dengan keluarga dan teman, serta terus belajar mengikuti perkembangan teknologi, agar walau sudah lansia, tetap bisa mandiri.
Saya memahami bahwa anak-anak yang sudah berkarier dan berkeluarga memiliki kesibukan masing-masing, sehingga penting bagi saya untuk tetap aktif menjaga komunikasi dengan mereka.
Bagi saya, masa pensiun bukanlah akhir, melainkan fase baru untuk memperkuat diri secara spiritual. Saya mengisinya dengan belajar, memperbaiki diri, dan menjaga konsistensi dalam menjalani nilai-nilai kehidupan. Di sela itu, saya tetap menikmati hidup — melalui perjalanan dan reuni dengan teman-teman lama dari berbagai masa.
Pada akhirnya, saya percaya bahwa usia hanyalah angka. Menjadi tua bukan berarti berhenti belajar dan terus berkarya. Selama masih diberi kesempatan, hidup sebaiknya terus diisi dengan hal-hal yang bermakna—untuk diri sendiri, keluarga, dan sesama.
Mari menua, bukan dengan rasa takut, tetapi dengan kebahagiaan.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri