Serba-Serbi Pnemumonia pada Lansia yang Penting untuk Diingat


Berita Lansia - Pneumonia pada lansia cenderung lebih besar risikonya karena usia yang senja sudah tak memiliki kekebalan tubuh sebagaimana usia muda.

2021-03-08 06:24:41

Geriatri.id--Pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru yang ditandai dengan membengkaknya jaringan yang ada pada salah satu atau kedua paru-paru. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri. Namun pada beberapa kasus, tak jarang pneumonia juga disebabkan oleh virus, contohnya seperti Covid-19. 

Sebagai salah satu penyakit yang awam di tengah masyarakat dengan nama paru-paru basah, pneumonia bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali pada lansia. Karena kondisi imun pada lansia cenderung melemah, maka merawat lansia agar tak terkena pneumonia membutuhkan ketelitian lebih. Supaya semakin paham, simak ulasannya dalam berita lansia dan pneumonia berikut.

Waspadai 5 Gejala Pneumonia Pada Lansia

Pneumonia pada lansia cenderung lebih besar risikonya karena usia yang senja sudah tak memiliki kekebalan tubuh sebagaimana usia muda. Selain itu, pada lansia berusia sekitar 65 ke atas biasanya pneumonia akan mengakibatkan perubahan yang signifikan pada penurunan kesehatan mental. 

Mewaspadai gejala-gejala dini pneumonia pada lansia akan sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius dan berujung pada komplikasi. Berbagai tanda yang memungkinkan terjadinya pneumonia adalah:

Kelelahan sampai sulit untuk beraktivitas

  • Nyeri pada dada saat batuk atau bernapas
  • Mengalami kebingungan karena perubahan kepekaan mental 
  • Batuk-batuk, terkadang bersama dahak 
  • Demam dan keringat dingin yang disertai dengan tubuh gemetar
  • Suhu tubuh rendah (umumnya terjadi pada lansia dan orang dengan kondisi imun yang lemah)
  • Mual, muntah, dan diare

Beberapa tanda di atas tak selalu menandakan pneumonia, terkadang salah satu tanda bisa menjadi gejala dari penyakit lain seperti influenza dan batu pilek. Akan sangat membantu jika ada orang yang lebih muda ikut merawat lansia dengan gejala pneumonia sehingga tindakan lebih lanjut oleh dokter dapat segera dilakukan. 

Penanganan dan Pengobatan Terbaik Pneumonia pada lansia (65 tahun ke atas)

Ketika seorang lansia terdeteksi memiliki gejala pneumonia yang umum seperti merasa bingung dan mengalami masalah pernapasan, dokter biasanya akan menyarankan cek darah dan rontgen sebagai tindakan pertama. Setelah diagnosisnya tepat, penderita pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diminta untuk mengonsumsi obat anti peradangan serta antibiotic. 

Pada kasus pneumonia yang disebabkan oleh virus, konsumsi obat-obatan antivirus harus dilakukan dengan tepat dan kepatuhan pasien menjadi sangat penting. Selain itu, gejala yang timbul dengan demam dan nyeri akan mendapat obat antipiretik dan analgetik untuk mempercepat proses pemulihan. Penderita juga akan disarankan membiasakan gaya hidup yang sehat dengan banyak istirahat, mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, dan mencukupi kebutuhan air putih. 

Penderita pneumonia usia lanjut dengan gejala yang parah harus melakukan perawatan di rumah sakit agar mendapat perhatian intensif dari dokter. Hal ini dilakukan untuk mempercepat tindakan yang dibutuhkan penderita saat mengalami infeksi yang berat atau sesak napas secara tiba-tiba dengan bantuan oksigen dan pemberian obat tertentu.

Kurangi Risiko Pneumonia pada Lansia dengan 4 Pencegahan Ini

Dengan penyebab yang beragam, pneumonia dapat menyebar dengan cepat dari satu penderita ke subjek yang lain. Pada lansia dan orang dengan imun yang lemah, tingkat bahayanya jauh lebih besar, maka penting untuk mengingat 4 langkah pencegahan berikut:

Menjaga jarak dari penderita batuk pilek atau influenza – Pneumonia sering menyebar dari percikan saliva, pastikan menjaga jarak atau menggunakan masker saat terpaksa berdekatan atau berada dalam kerumunan.

Menjaga kebersihan tubuh (terutama tangan, gigi, dan mulut) – Membersihkan tangan dan mulut secara berkala akan membantu menjaga tubuh dari infeksi penyebab pneumonia.

Melakukan vaksinasi– Salah satu hal yang disarankan untuk menekan risiko pneumonia adalah vaksin PCV Pneumonia.

Membiasakan gaya hidup sehat – Dikutip dari webinar Geriatri bersama Dr. Rena Latifa M. Psi., kualitas hidup yang baik menjadi kunci dalam menghadapi penyakit agar lansia sehat. Lansia bahagia yang membiasakan tubuhnya untuk mandiri dan beraktivitas sesuai kemampuan akan berdampak baik bukan hanya pada jasmani saja tapi juga rohaninya. Dua komponen ini penting dalam membantu tubuh bersiap dengan kondisi yang tiba-tiba seperti sakit. (Vania Nurmalita untuk Geriatri.id)

 

Lansia,Pneumonia,Geriatri,Covid-19,Rena Latifa,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026