Rahasia 'SuperAgers': Lansia dengan Daya Ingat Setajam Orang Muda


Meskipun faktor biologis berperan penting, berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan otak.

2026-06-06T10:41

Geriatri - Tidak semua kelompok lansia mengalami penurunan daya ingat yang signifikan. Di tengah meningkatnya kasus demensia dan penyakit Alzheimer di seluruh dunia, para peneliti yang dilansir dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) menemukan kelompok lansia yang memiliki kemampuan kognitif luar biasa. 

Mereka dikenal sebagai SuperAgers, yaitu orang berusia 80 tahun ke atas yang memiliki daya ingat dan kemampuan berpikir setara dengan orang yang berusia 50–60 tahun. Temuan ini menarik perhatian para ilmuwan karena dapat membantu mengungkap rahasia penuaan otak yang sehat dan membuka peluang pencegahan demensia di masa depan.

Istilah SuperAgers digunakan untuk menggambarkan lansia yang tetap memiliki kemampuan mengingat, belajar, dan berpikir yang sangat baik meskipun usia mereka sudah lanjut. Dalam berbagai tes memori, kelompok ini mampu memperoleh skor yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan orang yang puluhan tahun lebih muda.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada tahun 2026 menganalisis lebih dari 350.000 sel otak dari berbagai kelompok usia, termasuk SuperAgers. Hasilnya menunjukkan bahwa otak SuperAgers memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan lansia pada umumnya. 

Para peneliti menemukan bahwa:

  • SuperAgers memiliki lebih banyak neuron baru yang terbentuk di area hippocampus, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam memori dan pembelajaran.
  • Proses komunikasi antar sel otak tetap terjaga dengan baik.
  • Mekanisme yang mendukung kelangsungan hidup sel-sel otak bekerja lebih optimal dibandingkan kelompok lansia lainnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa otak sebagian lansia masih mampu mempertahankan kemampuan regenerasi dan adaptasi yang baik meskipun usia terus bertambah.

Meskipun faktor biologis berperan penting, berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan otak. 

Studi jangka panjang terhadap kelompok SuperAgers menemukan beberapa kesamaan, yaitu mereka cenderung tetap aktif secara sosial, memiliki hubungan yang erat dengan keluarga dan teman, serta terus terlibat dalam aktivitas yang menantang pikiran.

Aktivitas seperti membaca, berdiskusi, bermain teka-teki, mengikuti kegiatan komunitas, hingga belajar hal baru dipercaya membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal.

superagers,lansia tangguh,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Menghirup Udara Pagi di Taman Kota Salatiga

Mengasuh Cucu? Boleh Banget tuh

Sarkopenia dan Osteoporosis pada PPOK: Ancaman Ganda bagi Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026