Latihan Beban Jadi Kunci Menua Sehat dan Bugar


Di sinilah gym mulai dilihat bukan lagi sebagai tempat membentuk otot semata, melainkan sebagai sarana menjaga kualitas hidup pada usia lanjut.

2026-06-07T12:28

Geriatri - Dahulu, pusat kebugaran atau gym identik dengan anak muda yang ingin membentuk tubuh ideal. Namun kini muncul fenomena baru yang semakin banyak terlihat di berbagai kota, yaitu meningkatnya jumlah lansia yang rutin berlatih di gym.

Mereka tidak lagi sekadar berjalan santai atau mengikuti senam lansia, tetapi mulai melakukan latihan beban.

Fenomena ini sejalan dengan rekomendasi para ahli kesehatan yang menilai bahwa latihan beban merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesehatan dan kebugaran di usia lanjut. 

Namun proses penuaan juga membawa berbagai tantangan. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan massa otot (sarcopenia), penurunan kepadatan tulang (osteoporosis), perubahan postur tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit degeneratif. Kurangnya aktivitas fisik dapat mempercepat proses tersebut.

Di sinilah gym mulai dilihat bukan lagi sebagai tempat membentuk otot semata, melainkan sebagai sarana menjaga kualitas hidup pada usia lanjut.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa tujuan utama latihan beban pada lansia adalah meningkatkan kekuatan otot dan mempertahankan kepadatan tulang. Kedua hal ini sangat penting karena otot dan tulang mengalami penurunan fungsi secara alami akibat proses penuaan. 

Latihan beban secara teratur dapat membantu:

  • Memperlambat kehilangan massa otot.
  • Menjaga kekuatan dan keseimbangan tubuh.
  • Mengurangi risiko jatuh dan patah tulang.
  • Membantu mempertahankan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
  • Mencegah osteosarcopenia, yaitu kombinasi osteoporosis dan sarcopenia. 

Karena itu, banyak dokter rehabilitasi medik dan ahli geriatri kini mendorong lansia untuk tidak takut melakukan latihan kekuatan sesuai kemampuan masing-masing.

Latihan angkat beban dapat dimulai dengan dumbbell ringan sekitar 1 kilogram atau menggunakan resistance band. Intensitas kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kondisi individu. Program latihan juga harus diawali dengan pemanasan lalu dilanjutkan latihan inti dan diakhiri pendinginan.

Kementerian Kesehatan merekomendasikan latihan beban dilakukan sekitar tiga kali seminggu dengan durasi 40–50 menit per sesi. Program latihan harus mengikuti prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) dan dilakukan secara konsisten untuk mendapatkan manfaat optimal. 

Lansia dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum memulai Latihan.

gym,latihan kebugaran,latihan kebugaran lansia,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Menghirup Udara Pagi di Taman Kota Salatiga

Rahasia 'SuperAgers': Lansia dengan Daya Ingat Setajam Orang Muda

Mengasuh Cucu? Boleh Banget tuh

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026