
Geriatri.id - Berenang merupakan olahraga populer di semua kalangan usia, termasuk kelompok lanjut usia (lansia). Banyak studi yang menunjukkan bahwa berenang sangat disarankan bagi lansia.
Bagi Anda lansia, oma, dan opa, berenang bisa membentuk dan memperkuat seluruh otot tubuh, ramah terhadap pemulihan cedera lutut.
Selain itu, meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru, cara yang baik untuk membakar kalori, menghilangkan stres, menyegarkan hingga mengurangi sakit pinggang.
“Kalau dikumpulkan bisa lebih dari 40 manfaat berenang,” kata instruktur renang, Karida Sumarno dalam acara Lansia Online, Minggu 31 Januari 2021 bertema: Renang Sehat dan Ceria Bagi Lansia.
“Berenang merupakan olah raga yang paling tepat untuk usia lanjut atau usia pensiun untuk menghindari sakit pada sendi yang sering terjadi pada usia pensiun”.
(#LansiaOnline merupakan program yang digelar geriatri.id yang mengulas berbagai tema terkait lansia bersama para ahli yang dapat disaksikan di Facebook dan YouTube gratis)
Pada prinsipnya, Karida mengatakan belajar berenang bagi lansia pemula terbagi menjadi 4 bagian.
Tahap pertama adalah mengatur nafas selama 20 menit. Setelah itu, mengapung selama 20 menit yang berlanjut ke gerakan meluncur sekitar 20 menit. Terakhir, koordinasi gerakan gaya.
“Tahap satu sampat tiga itu belum berenang. Baru tahap empat mulai mencoba koordinasi atau sinkronisasi untuk mulai berenang,” kata Karida yang kerap dipanggil Aki ini.
Karida kini berusia 63 tahun dan pernah meraih berbagai penghargaan renang sampai tingkat internasional kelompok usia 55-59 tahun.
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Selama melakukan latihan bernafas, Karida mengatakan lansia harus rileks dan jangan takut. Cara bernafas yang benar adalah tanpa menggunakan hidung.
Coba masukkan kepala ke air dan udara dihembuskan saat di dalam air.
Setelah itu mengeluarkan kepala di atas air sambil menghirup udara atau mengucapkan bah.
Dalam latihan mengapung, Anda bisa mencoba dengan muka (dalam air) menghadap dasar kolam, udara dihembuskan perlahan-lahan.
Lalu, mengapung dengan muka menghadap langit atau atas sambil menghembus /menghirup udara.
Adapun latihan meluncur adalah Saat mengapung di atas air, kedua kaki menendang ke dinding kolam.
Kedua tangan lurus ke depan muka dan jari rapat. “Udara dihembuskan saat kepala di dalam air,” katanya.
Setelah latihan dasar, baru memasuki latihan gaya berenang. Oma opa bisa memilih gaya bebas, punggung atau kupu-kupu yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Selama berlatih, jangan pernah malu atau membandingkan dengan yang sudah pandai berenang,” kata Karida.
Lalu, bagaimana oma dan opa berenang di kala pandemi Covid-19 ini? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan tak ada bukti virus corona menyebar dari orang ke orang melalui air.
CDC juga meyakinkan, klorin dan bromin yang mendisinfeksi kolam renang dan suhu panas tak memungkinkan virus penyebab Covid-19 itu aktif.
Pernyataan itu sejalan dengan konsensus para ahli yang menyatakan kemungkinan virus corona di ruang terbuka lebih kecil dibandingkan di ruang tertutup (indoor). Tapi bukan berarti tidak ada.
Para ahli tetap mewanti, siapa pun yang melakukan kegiatan di luar ruangan termasuk berenang di kolam renang publik wajib mematuhi protokol kesehatan.
Mulai dari menjaga jarak, memastikan kebersihan tangan, mendisinfeksi permukaan dan wajib memakai masker.
Ahli menjelaskan bahwa yang berbahaya bukan dalam air melainkan justru di luar air, di area kolam yang merupakan ruang publik dan ramai orang.*** (ymr)
*Foto Pixabay
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri