Lansia Mulai Sulit Naik Tangga? Jangan Anggap Hanya Faktor Usia


Dalam dunia geriatri, perubahan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari merupakan salah satu indikator penting kesehatan lansia.

2026-08-01T13:11

GERIATRI.CO.ID - Bagi banyak lansia, naik tangga mulai terasa lebih berat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Tak sedikit yang harus berpegangan pada pegangan tangga, berhenti di tengah jalan untuk beristirahat, atau bahkan memilih menghindari tangga sama sekali.

Meski sering dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan, kesulitan naik tangga tidak selalu disebabkan oleh usia semata. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya penurunan fungsi tubuh yang perlu diperhatikan, terutama jika terjadi secara bertahap atau semakin memburuk.

Naik tangga merupakan aktivitas yang lebih kompleks dibandingkan berjalan di permukaan datar. Saat menaiki tangga, tubuh memerlukan kekuatan otot kaki, keseimbangan, koordinasi, kelenturan sendi, serta fungsi jantung dan paru yang baik.

Menurut World Health Organization (WHO), kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berdiri dari kursi, dan naik tangga merupakan bagian dari kemampuan fungsional (functional ability) yang perlu dipertahankan agar lansia tetap mandiri.

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan lansia mulai kesulitan naik tangga, antara lain:

  • Sarkopenia, yaitu berkurangnya massa dan kekuatan otot akibat penuaan
  • Osteoartritis, terutama pada lutut atau pinggul, yang menyebabkan nyeri saat melangkah
  • Gangguan keseimbangan, sehingga lansia merasa tidak stabil ketika menaiki tangga
  • Penyakit jantung atau paru, yang membuat tubuh cepat lelah atau sesak napas
  • Gangguan saraf, seperti stroke atau penyakit Parkinson, yang memengaruhi koordinasi gerak

Karena penyebabnya beragam, kesulitan naik tangga sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai proses penuaan yang normal. Dalam dunia geriatri, perubahan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari merupakan salah satu indikator penting kesehatan lansia.

Menurut pedoman Integrated Care for Older People (ICOPE) dari WHO, penurunan kemampuan bergerak atau mobilitas dapat menjadi tanda awal menurunnya kapasitas intrinsik (intrinsic capacity), yaitu gabungan kemampuan fisik dan mental seseorang. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko jatuh, kehilangan kemandirian, hingga kebutuhan perawatan jangka panjang.

Kesulitan naik tangga perlu mendapat perhatian lebih apabila disertai dengan:

  • kaki terasa semakin lemah,
  • nyeri lutut atau pinggul yang mengganggu,
  • sering kehilangan keseimbangan,
  • sesak napas atau nyeri dada saat beraktivitas,
  • atau pernah hampir terjatuh saat menaiki tangga.

Jika mengalami keluhan tersebut, sebaiknya lansia berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Kabar baiknya, banyak penyebab penurunan fungsi masih dapat diperbaiki atau diperlambat. WHO menganjurkan lansia untuk:

  • rutin melakukan latihan kekuatan otot dan keseimbangan,
  • tetap aktif bergerak sesuai kemampuan,
  • mengonsumsi protein yang cukup untuk menjaga massa otot,
  • mengelola penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau radang sendi,
  • serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan program rehabilitasi medis atau fisioterapi untuk membantu meningkatkan kekuatan dan kemampuan bergerak.

Kesulitan naik tangga bukan sekadar persoalan tidak kuat berjalan. Kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa kemampuan fungsional mulai menurun. Semakin cepat penyebabnya dikenali, semakin besar peluang untuk mempertahankan kemandirian lansia.

Karena itu, jika orang tua atau anggota keluarga mulai menghindari tangga, lebih sering berhenti saat menaikinya, atau mengeluhkan kaki terasa lemah, jangan buru-buru menganggapnya sebagai hal yang wajar karena usia. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat membantu lansia tetap aktif dan mandiri lebih lama. (lia)

naik tangga,lansia sehat,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Tai Chi dan Senam Lansia, Mana yang Lebih Baik untuk Keseimbangan?

Pasien "Tidur Melulu", Apa yang Harus Dilakukan Caregiver?

Komunikasi yang Layak Dicoba dengan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026