Menemukan Bakat Baru di Usia Senja, Begini Caranya..


Berita Lansia - Bagaimana cara mengenali bakat baru di usia senja? Melalui metode Talent's Mapping kita dapat mengetahui dan memetakan 34 bakat dalam diri

2020-12-03 19:17:53

Geriatri.id – Beberapa waktu lalu, tim redaksi Geriatri.id bersama Opa Oma anggota komunitas Geriatri.id menggelar pertemuan melalui Zoom Meeting Conference untuk melakukan sharing seputar kegiatan di masa pandemi.

Kegiatan sharing diawali dengan materi oleh Hesti Farida Al Bastari, S.Psi, seorang psikolog dan peneliti di Kesehatan Mental Indonesia yang dalam kesehariannya aktif melayani konsultasi bakat.

 Pada Zoom Meeting ini, Hesti membagikan sebuah topik menarik untuk didiskusikan yaitu “Lansia Sadar Bakat untuk Mengatasi Stres di masa Pandemik”. Yuk, langsung saja kita simak bersama! 

Ada begitu banyak jenis bakat yang ada di dunia ini, namun sering kali kita masing bingung dan ragu dengan bakat yang dimiliki. Apakah bakat itu sebenarnya?

Menurut Hesti, bakat memiliki sifat salah satunya adalah produktif, yaitu dapat memberikan pengetahuan baru dan memberikan penghasilan.

Melalui metode Talent’s Mapping yang diperkenalkan oleh Hesti, kita dapat mengetahui dan memetakan sebanyak 34 bakat dalam diri kita.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Beberapa jenis bakat di antaranya adalah Developer, yaitu kemampuan untuk melihat potensi orang lain dan mengembangkannya.

Contoh lain dari jenis bakat yaitu Communication, kemampuan yang biasanya dapat kita amati pada orang yang gemar beropini, berbicara di ruang publik, mampu menyederhanakan informasi rumit menjadi kalimat yang sederhana dan mudah dipahami.

Ada pula bakat Harmony yang dapat kita temukan pada pribadi yang menyukai ketenangan, tidak suka keributan, mencintai kedamaian, dan ada banyak jenis bakat lainnya yang dapat kita gali dengan metode Talent’s Mapping. 


Langkah awal menemukan bakat-bakat baru dapat dimulai dengan mengidentifikasi Aktivitas 4E. Huruf “E” yang pertama adalah “Enjoy” yang artinya kita mengetahui kegiatan apa yang kita senangi, kegiatan yang membuat kita lupa dengan waktu, seperti membuat catatan harian (jurnal), bernyanyi, bersepeda, dll.

 Yang kedua adalah “Easy” yang artinya mudah untuk dilakukan, kita tidak merasa kesulitan melakukannya.

Selanjutnya adalah “Excellent” yang artinya kegiatan yang kita lakukan ini hasilnya baik, kita mahir mengerjakannya dan tidak semua orang dapat melakukannya sebaik kita.

Kemudian syarat yang terakhir adalah “Earn” yang berarti kita dapat mendapatkan penghasilan dari kegiatan yang kita lakukan, seperti menjual hasil panen berkebun, menjual hasil karya jahitan, dan banyak hasil kegiatan lainnya. 

Keadaan pandemi yang membatasi kita untuk berkumpul bersama, membatasi kita dalam beraktivitas dengan komunitas kita dapat membuat kita stres. Kondisi stres ini lumrah terjadi, semua orang merasakan hal yang sama.

Walaupun begitu, masa pandemi saat ini juga memberikan kesempatan besar untuk semua orang termasuk Opa dan Oma untuk mengeksplorasi dan menemukan bakat-bakat baru yang selama ini mungkin terpendam karena belum pernah digali sebelumnya.

Mungkin ada beberapa yang sebelumnya tidak suka berkebun menjadi suka berkebun. Bakat baru yang kemudian menjadi hobi baru dapat memberi manfaat baik kepada kita karena kita secara tidak langsung berusaha untuk menjadi produktif (menjual hasil karya bakat kita), sekaligus menghibur diri sendiri ditengah keterbatasan yang dialami.

Adanya bakat saja tidaklah cukup untuk berkembang sendiri, diperlukan lingkungan yang tepat dan suportif seperti melalui Lansia Online yang rutin dilakukan setiap akhir pekan yang menjadi wadah berbagi cerita dan motivasi untuk mengembangkan bakat-bakat para Opa Oma.

Selamat menemukan dan mengembangkan bakat bakat baru di rumah ya Opa dan Oma!***

Penulis : Lintang Cahyaning Ratri

foto : freepik

 

 

 

 

lansia,geriatri,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,bakat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi (14): Ketika Tekanan Darah Tinggi Mengincar Daya Ingat

Musik Lama dan Kenangan Bisa Membuat Lansia Bahagia

Bansos Salah Sasaran, Mensos Siap Bereskan Lewat Data Tunggal BPS

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026