Osteoartritis, Bagaimana Gejala dan Penanganannya?


Berita Lansia - Beberapa faktor risiko yang turut berperan terhadap kejadian osteoarthritis adalah usia di atas 50 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan berat badan berlebih atau kegemukan.

2020-11-22 10:39:03

Geriatri.id - Halo Opa, Oma! Apakah Oma dan Opa pernah mendengar istilah osteoarthritis (OA)? 

Secara sederhana, osteoarthritis adalah nyeri sendi yang sering dialami lansia. Beberapa faktor risiko yang turut berperan terhadap kejadian osteoarthritis adalah usia di atas 50 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan berat badan berlebih atau kegemukan.

Pekerjaan sehari-hari yang memerlukan gerakan jongkok atau bungkuk berulang, riwayat cidera sendi sebelumnya, dan riwayat keluarga dengan penyakit sama pun dapat memicu osteoarthritis.

Diagnosis untuk osteoarthritis dapat dicurigai apabila seseorang yang telah berusia lebih dari 40 tahun, mengalami nyeri di jari-jemari, bahu, pinggang, lutut dan pergelangan kaki.

Beberapa penyakit lain dengan gejala menyerupai osteoarthritis antara lain seperti Rheumatoid Arthritis (RA), Gout dan pseudogout, trauma, septic arthritis, ankylosing spondylitis, dan banyak lainnya.

Beberapa gejala yang sering ditemui pada osteoarthritis antara lain rasa nyeri yang memberat di penghujung hari yang kemudian membaik ketika bagian yang nyeri diistirahatkan, ditemukan juga nyeri tekan dan bengkak pada sendi-sendi, hingga bisa ditemukan pembesaran tulang pada OA stadium lanjut ataupun OA yang berlangsung lama.

Seseorang dengan OA juga akan mengalami kesulitan terutama pada saat menuruni anak tangga, atau ketika melakukan gerakan menekukan sendi-sendi, hingga pada akhirnya mengalami keterbatasan gerak dalam kehidupan sehari-hari.

Pemeriksaan foto polos (rontgen) pada pasien dengan OA tidak diharuskan, karena tidak selalu berkorelasi dengan gejala yang dialami, namun foto polos dapat membantu menegakan derajat keparahan dari OA itu sendiri yang ditandai dengan adanya penyempitan celah sendi, pembentukan osteofit, dan sklerosis subkondral.

Penggunaan foto polos dapat membantu menentukan apakah pasien dengan OA membutuhkan operasi penggantian sendi atau tidak.

Pengobatan pasien dengan OA tentu harus dilakukan ketika pasien sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Beberapa obat yang dapat digunakan antara lain adalah obat golongan asetaminofen, obat-obat topikal, serta tai-chi yang terbukti efektif mengurangi rasa nyeri pada pasien dengan OA.

Selain obat-obatan, penurunan berat badan hingga indeks massa tubuh kembali di range normal di juga sangat dianjurkan pada pasien OA dengan berat badan berlebih, karena salah satu faktor pencetusnya adalah repetitive weight-bearing activities (termasuk berat badan berlebih dan gerakan berulang bungkuk, jongkok, mengangkat benda berat). Olah raga sepeda statis dan berenang dianjurkan pada pasien OA.

Penggunaan injeksi asam hyaluronat tidak efektif terhadap pengobatan OA, sementara konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dengan atau tanpa kondroitin juga tidak terbukti efektif pada penelitian yang sudah dilakukan.

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Prevalence of doctor-diagnosed arthritis and arthritis-attributable activity limitation—United States, 2010–2012. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2013;62(44):869–873

Sumber gambar: Pixabay

*Penulis: dr. Janice Emmanuella

osteoarthritis,lansia,dr janice,berita lansia,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026