
Geriatri.id - Dari sekian banyak penyakit yang mungkin dialami lansia, penyakit perapuhan tulang atau osteoporisis dinilai menjadi penyakit yang harus mendapatkan perhatian lebih. Sebab, jika tak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan lansia mengalami disabilitas.
"Osteoporosis ini memang perlu diperhatikan, karena lansia yang mengalami kerapuhan tulang, kalau mengalami jatuh berbahaya karena bisa mengalami patah tulang," kata dr. Sedijono kepada Geriatri.id.
Posisi jatuh lansia mengalami osteoporosis juga akan sangat menentukan tingkan fatalitasnya. "Yang berbahaya kalau jatuh dan yang mengalami patah adalah tulang paha, karena lansia bisa mengalami kelumpuhan," jelas dr. Sedijono.
Berbeda dengan serangan jantung, yang bisa menyebabkan kematian seketika, osteoporosis, ketika terjadi serangan dan disertai patah tulang, pasien memang tidak langsung meninggal dunia. Namun, pasien akan mengalami penderitaan sepanjang hayat jika patah tulang membuatnya mengalami kelumpuhan.
"Karena itu, harus ada upaya bersama mencegah terjadinya osteoporosis, dan penderita osteoporosis harus dijaga jangan sampai jatuh. Osteoporosis memang harus mendapatkan perhatian serius," pungkas dr. Sedijono.***(mag)
foto: ilustrasi osteoporosis (flickr)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri