
GERIATRI.CO.ID - Lansia tidak harus berhenti berkarya. Kalau Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY bisa menikmati masa setelah tidak lagi berada di pemerintahan dengan melukis pemandangan, mengapa para lansia lainnya tidak mencoba hal yang sama?
SBY memang dikenal semakin serius menekuni dunia lukis. Bahkan, pada September 2026, puluhan hingga sekitar 100 karya lukisnya dipamerkan dalam pameran tunggal di Surabaya. Pemandangan alam menjadi salah satu tema yang banyak muncul dalam karya-karyanya.
Menariknya, melukis bagi lansia bukan semata-mata soal menghasilkan karya yang bagus. Yang lebih penting adalah prosesnya.
Duduk di depan kanvas, memilih warna, mencampur cat, kemudian menggoreskan kuas perlahan bisa menjadi aktivitas yang membuat hari terasa lebih berisi. Lansia punya ruang untuk mengekspresikan apa yang dilihat, dirasakan, atau dikenangnya.
Mulailah dari yang sederhana. Kertas gambar, pensil warna, cat air, atau cat akrilik berukuran kecil sudah cukup.
Pemandangannya pun tidak perlu jauh-jauh. Pohon di halaman rumah, sawah di belakang kampung, gunung yang terlihat dari kejauhan, suasana pantai, taman, bahkan secangkir kopi di meja bisa menjadi objek lukisan.
SBY sendiri beberapa kali melukis berdasarkan pemandangan yang ditemuinya dalam perjalanan. Pada 2026, misalnya, ia spontan melukis pemandangan jalan berkelok di Wonogiri setelah melihat panorama yang dianggap menarik.
Di sinilah menariknya melukis untuk lansia. Aktivitas ini mengajak mata melihat, tangan bergerak, pikiran bekerja, dan imajinasi berjalan.
Tidak ada target harus selesai dalam satu hari. Tidak ada kewajiban lukisan harus dipajang di ruang tamu. Selesai satu lukisan, simpan. Besok buat lagi. Lama-lama, mungkin rumah justru penuh dengan cerita dalam bentuk gambar.
Dan yang paling penting, jangan takut jelek. Lukisan lansia bukan soal siapa paling jago. Ini soal tetap mau mencoba, tetap punya rasa ingin tahu, dan tetap menemukan kesenangan dari hal-hal sederhana.
Barangkali bukan menjadi pelukis terkenal yang dicari. Cukup menjadi lansia yang setiap hari masih punya sesuatu untuk dikerjakan dan dinikmati. Sebab masa tua yang produktif tidak selalu harus diisi dengan aktivitas besar. (a2s)
***
(Foto: Facebook.com/humaspemkabpacitan)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri