Mengapa Menjadi Orang Tua yang Bahagia Itu Penting?


Berita Lansia - Orang tua perlu bahagia karena kebahagiaan orang tua mempengaruhi kebahagiaan anak.

2020-08-04 19:09:03

Geriatri.id - Menjadi orang tua, memang merepotkan dan tidak mudah. Ketika anak masih kecil, kita harus mengasuh, mendidik, menyekolahkan, bekerja untuk menghidupi keluarga dan sebagainya.

Ketika kita menua, dan anak-anak sudah dewasa dan berkeluarga, sebagai lansia, kita terkadang masih harus ikut mengasuh cucu.

Meski begitu, peran sebagai orang tua ini, ternyata bisa membuat seseorang merasa bahagia lho opa dan oma.

Psikolog Asteria Devy Kumalasari mengatakan, menjadi orang tua yang bahagia sangat penting.

"Orang tua perlu bahagia karena kebahagiaan orang tua mempengaruhi kebahagiaan anak. Orang tua yang bahagia akan menumbuhkan anak yang bahagia," ujarnya dalam sebuah webinar yang dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran belum lama ini. 

Mengapa orang tua perlu bahagia? 

1. Orang tua yang bahagia akan cenderung sehat dan panjang umur.

Aster mengatakan, dengan memiliki emosi positif yang lebih banyak, menurut penelitian, memiliki fungsi yang banyak, salah satunya memperluas pikiran kita. 

"Kita menjadi lebih memiliki kreativitas untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahan.

Orang bahagia, secara biologis organ tubuhnya lebih tenang, detak jantung lebih teratur," jelasnya. 

2. Orang tua yang bahagia akan sukses dalam pekerjaan dan relasi sosial. "Salah satunya adalah sukses dalam pernikahan, lebih langgeng," jelas Aster.

Ciri orang tua yang bahagia


1. Merasa puas terhadap hidupnya, secara keseluruhan dan juga dalam areal tertentu, misalnya puas dengan pekerjaan, pernikahan, pendidikan dan sebagainya. 

2. Mengalami emosi positif lebih banyak dari emosi negatif. Bahagia bukan berarti tidak pernah seih atau tidak punya emosi negatif seperti marah, kesal, galau. 

"Orang bahagia tetap memiliki emosi negatif tetapi porsinya jauh lebih  sedikit daripada emosi positif, seperti merasa bermakna, merasa hidup, merasa memiliki ketenangan, kesenangan dan sebagainya," ujar Aster.*** (mag)

foto ilustrasi lansia bahagia (flickr)

lansia,kesehatan lansia, merawat lansia,geratri,kesehatan mental lansia,lansia bahagia,lansia sehat,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Lansia

Memahami Hipertensi (13): Pengaruh Kopi, Matcha, dan Teh

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026