
Geriatri.id - Lansia tetap mampu untuk belajar hingga akhir hayatnya. Namun banyak hal yang bisa mempengaruhi kemampuan lansia untuk belajar.
Berikut adalah faktor-faktor lainya yang bisa mempengaruhi kemampuan lansia untuk belajar.
1. Kepribadian
Lansia yang memiliki kepercayaan diri, yakin dengan kemampuan dirinya, serta memiliki keinginan yang kuat terhadap hal-hal yang baru, cenderung memiliki kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru dengan baik.
Ada dua tipe kepribadian yang bisa mempengaruhi kemampuan belajar.
a. Orang yang senang menyalahkan orang lain atau menggantungkan orang lain untuk menentukan apa yang terjadi
b. Orang yang tidak mudah menyalah-nyalahkan orang lain terhadap kejadian buruk yang menimpanya, namun ia juga percaya diri ketika mengalami keberhasilan.
2. Lingkungan
Lingkungan yang baik dan mendukung berpengaruh besar bagi lansia untuk termotivasi belajar.
Lingkungan yang mendukung bisa datang dari keluarga, lingkungan sosial, pertemanan, dan lingkungan sekitar rumah. (mag)
sumber: Psikolog Pendidikan Tri Puspitarini, S.Psi. M.Psi., dalam kelas lansia online, bertajuk 'Semangat Belajar di Usia Senja', yang dilaksanakan Geriatri.id bekerjasama dengan Pergemi, Jumat (24/7).***
Foto: ilustrasi lansia belajar (Pxfuel)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri