Home Care di Era Pandemi COVID-19


Berita Lansia - Agar lansia sehat, lansia harus selamat terlebih dahulu. Lindungi lansia.

2020-07-16 00:34:38

Geriatri.id--Meski pandemi Covid-19 yang memasuki era normal atau adaptasi kebiasaan baru, kelompok lanjut usia (lansia) tetap disarankan untuk tinggal di rumah. Apabila memiliki keluhan yang tidak gawat darurat, lansia dapat menggunakan pelayanan berbasis rumah atau home care.

Ketua Persatuan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi), Profesor Siti Setiati, mengatakan layanan berbasis rumah memberikan pelayanan dengan protokol kesehatan ketat selama pandemi COVID-19.

Lansia menggunakan masker, sedangkan tenaga kesehatan tim home care yang berkunjung  harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dan lengkap.

Profesor Ati, panggilan Siti Setiati, menambahkan orang yang mengunjungi lansia wajib bersih, sehat, dan tidak terpapar lingkungan dengan kemungkinan penularan COVID-1.

“Agar lansia sehat, lansia harus selamat terlebih dahulu. Lindungi lansia,” kata Profesor Ati dalam Webinar yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Rabu,15 Juli 2020.

Selama era pandemi covid, Siti menegaskan pentingnya memotivasi keluarga agar tetap berkomunikasi dengan lansia.

“Jangan sampai lansia terisolasi atau ditinggalkan sama sekali. Ajak ngobrol lewat telepon, zoom meeting dan lain-lain.”

Profesor Ati mengatakan prinsip layanan berbasis rumah mengacu pada Pengkajian Paripurna pada Pasien Geriatri (P3G) / Comprehensive Geriatric Assessment (CGA). Home care mengecek kondisi fisik medik, nutrisi, obat-obatan, dan psiko kognitif.


Home care juga perlu memperhatikan status fungsional lansia. Misalnya apakah masih mampu ke toilet.

Pelayanan berbasis rumah pun harus memperhatikan biaya perawatan atau finansial sampai keamanan rumah.

“Perlu dukungan pemerintah dan BPJS untuk kelancaran dan pembiayaan pelayanan berbasis rumah,” kata Siti. 

Lansia yang memerlukan home care adalah pasien lansia yang sedang tidak memiliki penyakit akut, tetapi dalam pengobatan rutin dari dokter.

Home care juga dapat diberikan kepada pasien lansia yang membutuhkan terapi physiotherapy, occupational therapy, dan speech therapy (PT, OT, ST) rutin, atau pemasangan sonde atau kateter.

Perawatan berbasis di rumah ini juga diperlukan bagi pasien lansia yang membutuhkan usaha besar untuk mengunjungi fasilitas kesehatan, contohnya: pasien imobilisasi (homebound).

Home care dapat dilakukan dokter spesialis seperti spesialis penyakit dalam, dokter geiatri, spesialis kejiwaan, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik, spesialis gizi medik, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Pelayanan berbasis rumah juga dapat dilakukan oleh dokter umum, perawat, fisioterapis, dietisian, dan relawan terlatih.


Tim terpadu home care berperan mengajari pelaku rawat (caregiver) dan anggota keluarga dalam merawat lansia.

Di Indonesia, sebagian besar lansia memiliki pelaku rawat anggota keluarga. Beberapa caregiver pasien usia lanjut juga merupakan berasal dari kelompok lansia (suami/istri pasien).

Siti mengatakan banyak lansia yang hanya hanya mau dirawat oleh suami atau istrinya. Lansia yang merawat pasangannya, bisa jadi malah akan jatuh sakit.

“Itu penting diperhatikan oleh anak-anaknya. Bagaimana mengatur agar caregiver tidak kelelahan.”

Jika lansia memiliki penyakit kronis, Siti mengatakan keluarga berperan untuk memperhatikan kondisi dan pengobatan lansia. Caranya, pastikan sudah meminum obat rutin. 

Keluarga juga perlu membantu memantau rutin pengukuran tekanan darah (tensi) mandiri di rumah, pengukuran suhu tubuh.

Pelaku rawat juga perlu mengenali tanda-tanda penyakit pada lansia yang tidak khas, sehingga dapat langsung membawa ke IGD dalam kasus kegawatdaruratan.

Tanda penyakit tidak khas pada lansia itu dapat berupa perubahan kepribadian, menyendiri, tidak mau makan, jatuh, dan lain-lain. “Caregiver harus dilatih sehingga begitu ada kegawatdaruratan tidak terlambat".***(ymr)

*Foto Pixabay

lansia,geriatri,prof ati,covid19,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026