Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup


Renta terdengar seperti kondisi langka yang hanya menimpa segelintir orang tua. Kenyataannya, di Indonesia justru sebaliknya.

2026-06-09T17:25

Oleh dr. Fatihah Fikriah

Geriatri - Sering melihat lansia berjalan sangat lambat? Ototnya tampak mengisut, ia cepat lelah, dan mulai kesulitan naik-turun tangga. Banyak keluarga menganggap ini sekadar bagian wajar dari menjadi tua. Padahal, ada istilah yang lebih tepat untuk menggambarkannya — renta.

Dalam percakapan sehari-hari kita sering berkata “lansia tua renta.” Tapi apa sebenarnya maksud kata itu? Renta, atau rapuh, adalah istilah awam untuk apa yang oleh dokter disebut frailty. Dalam bahasa kedokteran, frailty menunjukkan satu hal penting: lansia menjadi sangat mudah mengalami penurunan. Cukup satu tekanan kecil, dan tubuhnya bisa merosot jauh — kadang tanpa bisa kembali seperti semula.

Ada gambaran yang mungkin akrab bagi banyak keluarga Indonesia. Orang tua yang tadinya masih bisa pergi ke pasar sendiri tiba-tiba terlihat jauh lebih lemah hanya setelah seminggu sakit flu. Yang biasanya menyapu halaman setiap pagi kini bergerak lebih lambat, lebih cepat lelah, dan lebih sulit bangkit dari kursi. Yang paling mengkhawatirkan: setelah sembuh, ia tidak benar-benar pulih seperti sediakala.

Bukan usianya yang berubah dalam seminggu itu. Yang berubah adalah sesuatu yang lebih halus — dan para ahli kesehatan lansia (geriatri) kini punya nama untuknya: frailty, atau kerapuhan fisik.

Jadi, Frailty Itu Penyakit?

Bukan. Frailty bukan penyakit dengan satu diagnosis tunggal seperti diabetes atau darah tinggi. Ia adalah sindrom geriatri — sekumpulan perubahan yang muncul bersamaan dan saling memperkuat. Definisi yang paling diterima di seluruh dunia menggambarkan frailty sebagai meningkatnya kerentanan tubuh terhadap berbagai tekanan, baik fisik maupun psikologis, karena cadangan tenaga di berbagai organ tubuh sudah menipis

Konsep ini pertama kali dirumuskan secara ilmiah pada tahun 2001 dan terus diperbarui dalam tinjauan-tinjauan terbaru. Intinya tetap sama: renta adalah soal cadangan tubuh yang menyusut, bukan sekadar angka usia.

Analogi: Tabungan Tenaga
Bayangkan kekuatan dan cadangan energi tubuh sebagai sebuah tabungan. Orang muda punya tabungan besar: bisa sakit seminggu, lalu sembuh total dan kembali seperti biasa.

Pada lansia yang renta, tabungan itu sudah hampir habis. Tekanan kecil sekalipun — flu biasa, terpeleset ringan, operasi sederhana, bahkan pindah rumah secara mendadak — bisa menguras sisa tabungan dan menyebabkan penurunan yang sulit dipulihkan.

Renta bukan berarti “sudah tua dan tidak berdaya.” Tapi ia adalah sinyal serius bahwa tubuh tak lagi punya banyak ruang untuk gagal.

Kabar baiknya, mengenali renta sejak dini justru membuka peluang besar untuk memperlambatnya — bahkan sebagian membalikkannya. Itulah mengapa memahami apa itu renta adalah langkah pertama yang penting bagi setiap keluarga yang merawat orang tua.

Hampir 9 dari 10: Seberapa Banyak Lansia Indonesia yang Renta?

Renta terdengar seperti kondisi langka yang hanya menimpa segelintir orang tua. Kenyataannya, di Indonesia justru sebaliknya.

Studi multisentrum Indonesia Longitudinal Aging Study (INALAS) yang melibatkan 908 lansia di sembilan pusat layanan geriatri menemukan angka yang mengejutkan: hanya 15,1% lansia yang benar-benar robust — sehat dan kuat. Sebanyak 66,2% berada dalam kondisi pre-frail, yaitu sudah menunjukkan beberapa tanda awal kerapuhan meski belum sepenuhnya renta. Sisanya, 18,7%, sudah masuk kategori frail.

Artinya, dari setiap 10 lansia yang datang ke klinik, hampir 9 orang sudah berada dalam kondisi yang butuh perhatian lebih — meski sebagian besar tidak menyadarinya. Tinjauan ilmiah terbaru bahkan memperkirakan prevalensi frailty di Indonesia mencapai 26,8%, dengan pre-frailty 55,5%.

Tiga Hal yang Saling Mengunci

Yang membuat renta makin perlu diwaspadai adalah kaitannya yang erat dengan tiga hal yang saling mengunci: ketergantungan pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari, depresi, dan risiko kurang gizi. Ketiganya membentuk lingkaran setan — renta memperburuk depresi, depresi menurunkan nafsu makan, dan nafsu makan yang buruk membuat tubuh makin renta.

Studi lain di Indonesia juga menunjukkan bahwa kondisi renta bukan sesuatu yang menetap selamanya: ia bisa berubah dari waktu ke waktu, ke arah memburuk maupun membaik — tergantung bagaimana ia ditangani.

Kenapa Angka Ini Penting untuk Keluarga
Angka-angka ini bukan untuk menakut-nakuti. Justru sebaliknya: ia mengingatkan bahwa kondisi pre-frail sangat umum — dan itu kabar baik.
Tahap pre-frail adalah saat intervensi paling mudah berhasil. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang lansia tetap mandiri, aktif, dan jauh dari rawat inap.

Pesannya sederhana: renta itu umum, tapi bukan takdir. Mengenali posisi orang tua kita dalam tiga kelompok tadi — robust, pre-frail, atau frail — adalah titik awal untuk bertindak.


======


Daftar Pustaka
.
1. Kim DH, Afilalo J. Frailty in Older Adults. New England Journal of Medicine. 2024;391(6):538–548. DOI: 10.1056/NEJMra2301292.
2. Fried LP, dkk. Frailty in Older Adults: Evidence for a Phenotype. Journal of Gerontology. 2001;56(3):M146–M157.
3. Handajani YS, dkk. Multimorbidity and Depression Increase Prevalence of Frailty of Community-Dwelling Indonesian Older Adults: Indonesia Care Networks Study (INALAS). International Journal of Preventive Medicine. 2024;15:69. DOI: 10.4103/ijpvm.ijpvm_160_23.
4. Pradana AA, Chiu HL, Lin CJ, Lee SC. Prevalence of Frailty in Indonesia: A Systematic Review and Meta-Analysis. BMC Geriatrics. 2023;23:778. DOI: 10.1186/s12877-023-04468-y.
5. Setiati S, dkk. Frailty State Among Indonesian Elderly: Prevalence, Associated Factors, and Frailty State Transition. BMC Geriatrics. 2019;19:182. DOI: 10.1186/s12877-019-1198-8.
 

renta,kerentaan,frailty,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Alasan Lansia Senang Mengenang Masa Lalu

Ingat, ini Gangguan Mental yang Sering Menggangu Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026