Mengapa Nafsu Makan Lansia Sering Menurun?


Gigi yang tanggal, penggunaan gigi palsu yang kurang nyaman, atau mulut yang kering dapat membuat proses makan menjadi tidak menyenangkan.

2026-06-10T09:23

Geriatri - Banyak keluarga merasa khawatir ketika melihat orang tua atau kakek-nenek mereka makan semakin sedikit. Kondisi ini ternyata cukup umum terjadi pada usia lanjut  dan dikenal dalam dunia medis sebagai anorexia of aging atau penurunan nafsu makan yang berkaitan dengan proses penuaan. 

Meski sering dianggap sebagai bagian normal dari penuaan, penurunan nafsu makan yang berlangsung terus-menerus tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan kekurangan gizi, penurunan berat badan, hilangnya massa otot, hingga meningkatnya risiko jatuh dan ketergantungan pada orang lain.

Penelitian juga menunjukkan bahwa malnutrisi pada lansia berkaitan dengan meningkatnya risiko frailty (kerentanan fisik), rawat inap, hingga penurunan kualitas hidup.

Lantas, apa penyebab nafsu makan lansia menurun? 

Tubuh Lansia Mengalami Perubahan Alami

Dilansir dari Pubmed Central, seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang memengaruhi rasa lapar dan kenyang. Lansia cenderung merasa kenyang lebih cepat dibandingkan saat masih muda. 

Selain itu, kebutuhan energi tubuh juga menurun karena metabolisme berjalan lebih lambat. Akibatnya, keinginan untuk makan menjadi berkurang. 

Perubahan Hormon

Para peneliti juga menemukan adanya perubahan hormon yang berperan dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Ketidakseimbangan beberapa hormon tersebut menjadi salah satu penyebab menurunnya selera makan pada lansia.

Indera Pengecap dan Penciuman Tidak Lagi Setajam Dulu

Pada usia lanjut, kemampuan mencium dan mengecap sering kali menurun. Makanan yang dahulu terasa lezat bisa menjadi hambar atau kurang menarik.

Penurunan fungsi indera ini membuat lansia kurang bersemangat saat makan sehingga porsi makan pun berkurang. 

Masalah Gigi dan Mulut 

Kesulitan mengunyah merupakan masalah yang cukup sering dialami lansia. Gigi yang tanggal, penggunaan gigi palsu yang kurang nyaman, atau mulut yang kering dapat membuat proses makan menjadi tidak menyenangkan.

Penyakit dan Obat-obatan Juga Berperan

Berbagai penyakit kronis yang umum terjadi pada lansia dapat memengaruhi nafsu makan, seperti gangguan jantung, diabetes, penyakit ginjal, kanker, hingga depresi. 

Selain itu, beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping berupa mual, perubahan rasa makanan, mulut kering, atau hilangnya keinginan untuk makan. 

Kesepian dan Kehilangan Semangat Hidup

Bagi banyak lansia, makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga aktivitas sosial. Ketika pasangan hidup meninggal dunia, anak-anak tinggal terpisah, atau kesempatan berkumpul semakin jarang, keinginan untuk makan dapat ikut menurun.

Beberapa langkah sederhana dapat membantu lansia memenuhi kebutuhan gizinya:

  • Menyajikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
  • Memperbanyak sumber protein seperti ikan, telur, tempe, tahu, dan susu.
  • Membuat makanan lebih menarik dari segi warna dan aroma.
  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut.
  • Mengajak lansia makan bersama keluarga.
  • Tetap aktif bergerak melalui jalan kaki atau olahraga ringan. 

nafsu makan,lansia tak nafsu makan,gigi lansia,mulut lansia,lansia sehat,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Alasan Lansia Senang Mengenang Masa Lalu

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026