Opa-Oma, Lansia Bukan Berarti Secara Psikologis Berhenti Berkembang Lho!


Berita Lansia - Ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilakukan para lansia pada tahap akhir perkembangan psikologisnya

2020-07-06 20:08:56

Geriatri.id - Dalam ilmu psikologi, khususnya psikologi perkembangan, manusia dalam setiap tahapan kehidupannya, mulai dari anak-anak sampai lansia, akan selalu mengalami perkembangan secara fisik dan mental (kejiwaan). Tak terkecuali para lansia yang dianggap sudah memasuki fase perkembangan akhir.

Psikolog Klinis Dr. Rena Latifa, M. Psi., mengatakan, secara ideal, tahap perkembangan akhir dari lansia adalah mencapai fase integritas yaitu fase dimana lansia menilai dan menerima perjalanan hidup yang sudah dilalui dan memberikan makna positif.

"Inilah yang disebut dengan successful aging. Lansia mencapai perasaan penuh, tercukupi, syukur dan bahagia atas pengalaman hidup yang sudah dicapai," ujarnya,  dalam acara kelas lansia online bertajuk: 'Tetap Produktif dan Mandiri di Usia Lanjut', yang diselenggarakan Geriatri.id bekerjasama dengan PB Pergemi, Jumat (3/7). (Tonton lagi tayangannya di laman facebook Geriatri.id)

Namun, sebelum mencapai tahap itu, ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilakukan para lansia pada tahap akhir perkembangan psikologisnya.

Ada beberapa tugas perkembangan lanjut usia, seperti dinukilkan Rena dari teori yang dikembangkan oleh Havighurst. Berikut adalah paparannya:


1. Penyesuaian diri pada penurunan fungsi fisik dan kesehatan pada umumnya. 

2. Penyesuaian diri pada fase pensiun dan penurunan income. 

3. Penyesuaian diri atas wafatnya pasangan hidup, jika ada yang pasangannya sudah wafat.

4. Mengembangkan atau mempertahankan afiliasi atau keterhubungan dengan rekan seusianya.

Jika pada fase ini lansia mampu terhubung dengan rekan seusianya, maka dapat dikatakan tugas perkembangannya tercapai secara ideal.

5. Penyesuaian diri atas peran-peran sosial dalam cara fleksibel baik peran sosial di keluarga maupun masyarakat.

Di keluarga yang mulanya memiliki peran sebagai orang tua dari anak dan menantu, berkembang menjadi kakek-nenek bagi cucu, kemudian di masyarakat menempati peran sosial yang umumnya sebagai penasehat yang bertugas memberikan saran-saran sesuai pengalaman.

6. Mengembangkan kepuasan atas perubahan kehidupan di lingkungan fisik.

Dalam fase ini mengembangkan kepuasan atas perubahan pada lingkungan fisik misalnya pada fase pensiun, pindah ke rumah peristirahatan, tinggal bersama anak, menantu dan cucu atau tinggal sendirian.*** (mag)

Ilustrasi: lansia sukses (pexels)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,perkembangan lansia,successful aging,kesehatan mental lansia,rena latifa,berita lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026