Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein


Kekurangan protein yang cukup berat dapat menyebabkan edema, yaitu penumpukan cairan pada jaringan tubuh.

2026-06-11T07:02

Geriatri - Protein merupakan nutrisi penting yang berperan dalam menjaga massa otot, kekuatan tubuh, sistem kekebalan, serta proses perbaikan jaringan. Pada kelompok lanjut usia (lansia), kebutuhan protein menjadi semakin penting karena proses penuaan secara alami menyebabkan penurunan massa dan fungsi otot.

Seiring bertambahnya usia, nafsu makan cenderung menurun, kemampuan mengunyah atau menelan dapat terganggu, dan tubuh menjadi kurang efisien dalam memanfaatkan protein.

Kondisi tersebut membuat lansia lebih berisiko mengalami kekurangan protein dibandingkan kelompok usia yang lebih muda. Jika asupan protein tidak mencukupi, berbagai masalah kesehatan dapat muncul dan menurunkan kualitas hidup.

Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut beberapa tanda-tanda jika tubuh kekurangan protein:

- Massa Otot Menyusut dan Tubuh Terasa Lemah
Salah satu tanda paling umum adalah berkurangnya massa otot (muscle wasting). Ketika asupan protein kurang, tubuh akan mengambil protein dari otot untuk mempertahankan fungsi organ vital.

Akibatnya, lansia menjadi lebih lemah, mudah lelah, dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, naik tangga, atau mengangkat barang.

- Mudah Lelah dan Kurang Bertenaga
Protein berperan dalam pembentukan enzim dan hormon yang mendukung produksi energi. Kekurangan protein dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, cepat lelah, dan kurang bersemangat dalam beraktivitas.

- Sering Sakit atau Mudah Terinfeksi
Sistem imun membutuhkan protein untuk membentuk antibodi yang melawan bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya. Jika asupan protein rendah, daya tahan tubuh dapat menurun sehingga lansia lebih mudah terkena infeksi dan proses pemulihan menjadi lebih lambat.

- Pembengkakan pada Kaki atau Tangan
Kekurangan protein yang cukup berat dapat menyebabkan edema, yaitu penumpukan cairan pada jaringan tubuh. Kondisi ini biasanya ditandai dengan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tangan. Hal tersebut terjadi karena kadar albumin dalam darah menurun sehingga keseimbangan cairan tubuh terganggu.

- Rambut Menipis dan Kulit Menjadi Kering
Protein merupakan komponen utama pembentuk rambut, kulit, dan kuku. Kekurangan protein dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh atau rontok, kulit tampak kering, dan kuku mudah patah.

- Risiko Jatuh dan Patah Tulang Meningkat
Protein berkontribusi terhadap kesehatan tulang dan membantu menjaga kepadatan tulang. Lansia yang kekurangan protein berisiko mengalami penurunan kekuatan tulang sehingga lebih rentan mengalami patah tulang akibat jatuh.

- Luka Lebih Lama Sembuh
Protein dibutuhkan dalam proses perbaikan jaringan tubuh. Ketika asupan protein tidak mencukupi, penyembuhan luka, termasuk luka pascaoperasi atau luka tekan pada lansia yang banyak berbaring, dapat berlangsung lebih lambat.

Maka dari itu, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kekurangan protein antara lain:

  • • Mengonsumsi sumber protein berkualitas seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, susu, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
  • • Menyertakan protein pada setiap waktu makan.
  • • Memastikan kebutuhan energi harian tercukupi agar protein tidak digunakan sebagai sumber energi utama.
  • • Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika terjadi penurunan berat badan, kehilangan massa otot, atau kesulitan makan.
     

protein,kekurangan protein,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026